Jumat, 15 Mei 2026

Inflasi Konsumen Tiongkok Kian Naik Tinggi

Penulis : Grace El Dora
10 Aug 2022 | 10:03 WIB
BAGIKAN
Ekskavator yang baru diproduksi dan mesin lainnya akan diekspor dari sebuah pelabuhan di Yantai, Provinsi Shandong timur Tiongkok pada 7 Agustus 2022. (FOTO: STR / AFP)
Ekskavator yang baru diproduksi dan mesin lainnya akan diekspor dari sebuah pelabuhan di Yantai, Provinsi Shandong timur Tiongkok pada 7 Agustus 2022. (FOTO: STR / AFP)

BEIJING, investor.id – Inflasi konsumen Tiongkok kian naik pada Juli 2022 ke level tertinggi dalam dua tahun, ditunjukkan oleh pemerintah yang dirilis Rabu (10/8). Lonjakan harga daging konsumsi pokok telah mendorong biaya makanan di negara tersebut.

Dibandingkan dengan negara-negara lain, biaya konsumen di ekonomi terbesar kedua dunia tersebut belum meroket. Tioingkok sebagian besar terhindar dari dampak lonjakan harga pangan global setelah agresi Rusia ke Ukraina.

Indeks harga konsumen (CPI) Tiongkok, sebagai ukuran utama inflasi ritel, tumbuh kurang dari yang diharapkan pada level 2,7% dibandingkan Juli tahun lalu, menurut data Biro Statistik Nasional (NBS).

ADVERTISEMENT

“(CPI naik sedikit secara tahunan) karena kenaikan harga daging babi, sayuran segar, dan makanan lainnya, serta faktor musiman,” kata ahli statistik senior NBS Dong Lijuan dalam sebuah pernyataan, Rabu.

Harga makanan naik 6,3% dalam setahun, sementara harga daging pokok melonjak 20,2% pada Juli 2022, tambahnya.

Harga daging pokok naik sebagian karena keengganan beberapa petani untuk menjual, seolah-olah untuk memaksimalkan keuntungan. Ini ditambah peningkatan permintaan konsumen, menurut NBS.

Sementara harga bahan bakar juga lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu, tingkat pertumbuhannya telah menurun, kata Dong.

“Harga-harga telah terangkat oleh inflasi bahan bakar dan, baru-baru ini, rebound inflasi makanan,” kata Julian Evans-Pritchard, ekonom senior Tiongkok di Capital Economics. Dia menambahkan bahwa pasar tenaga kerja yang lemah mungkin lebih lanjut melemahkan tekanan harga dan ia memperkirakan inflasi akan turun akhir tahun ini.

Indeks harga produsen (PPI) yang mengukur harga pokok barang di gerbang pabrik naik 4,2% pada Juli 2022, turun dari 6,1% pada Juni 2022, menurut data resmi Rabu.

Ini lebih rendah dari ekspektasi dalam jajak pendapat analis Bloomberg.

NBS mengatakan, angka-angka ini dipengaruhi oleh penurunan harga komoditas internasional seperti minyak mentah dan logam non ferro.

“Prioritas yang diberikan untuk menjaga pabrik tetap buka sambil membatasi banyak aktivitas konsumen berarti bahwa, di dalam negeri, lockdown telah disinflasi,” tambah Evans-Pritchard dalam laporannya sebelumnya.

"Tidak seperti di tempat lain, stimulus telah menargetkan investasi daripada pengeluaran rumah tangga."

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 21 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 32 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 36 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia