Jumat, 15 Mei 2026

Wall Street Diperkirakan Bull di Pekan Rilis Pendapatan Ritel

Penulis : Grace El Dora
15 Aug 2022 | 07:35 WIB
BAGIKAN
Seseorang di lantai Bursa Efek New York (NYSE) menonton layar TV pada 27 Juli 2022. (FOTO: TIMOTIUS A. CLARI / AFP)
Seseorang di lantai Bursa Efek New York (NYSE) menonton layar TV pada 27 Juli 2022. (FOTO: TIMOTIUS A. CLARI / AFP)

NEW YORK, investor.id – Pekan ini Wall Street diperkirakan pada tren bull sebagai kenaikan tambahan untuk reli ekuitas selama hampir dua bulan sejak posisi terendah Juni 2022.

“Sementara bull mungkin mencatat minggu ini ... (pasar) bearish terus menegaskan posisinya pada risiko terhadap pendapatan dan margin akhir tahun, yang dapat merusak pesta bagi mereka yang merayakan terlalu dini,” kata Morgan Stanley dalam catatan Senin (15/8).

Pekan lalu S&P 500 naik 3,25% untuk mencatat minggu positif keempat berturut-turut dan kenaikan beruntun terpanjang sejak 2021. Nasdaq Composite mengakhiri minggu lalu 3,08% lebih tinggi, juga untuk minggu keempat berturut-turut. Dow menambahkan 2,9%.

Keuntungan datang setelah data ekonomi menunjukkan tekanan inflasi bisa sedikit mereda. Indeks harga konsumen (CPI) mendatar dari Juni hingga Juli 2022 di Amerika Serikat (AS). Indeks harga produsen (PPI) menunjukkan penurunan yang mengejutkan dan harga impor turun lebih dari yang diharapkan.

ADVERTISEMENT

Itu membantu mengendurkan investor yang ingin sekali menyebut posisi terendah pertengahan Juni 2022 sebagai bagian bawah siklus. Sama seperti banyak investor yang dengan cepat menyebut bahwa data dari satu bulan tidak selalu menjadikannya tren yang andal.

Investor menantikan minggu pendapatan dari perusahaan ritel besar termasuk Home Depot, Walmart, dan Target, sekaligus mendengarkan petunjuk tentang bagaimana bisnis mereka telah dipengaruhi oleh inflasi dan tantangan makro lainnya di kuartal terbaru.

Data penjualan ritel juga dijadwalkan akan dirilis pekan ini.

Musim Laporan Keuangan Segera Berakhir

Lebih dari 90% perusahaan di S&P 500 kini telah melaporkan pendapatan. Sekitar 78% dari nama-nama tersebut telah membukukan laba yang lebih baik dari perkiraan, menurut Refinitiv. Hasil tersebut membuat pendapatan S&P 500 secara keseluruhan tumbuh sebesar 9,7% dari periode tahun sebelumnya.

Saat investor menunggu hasil keuangan kuartalan dari raksasa ritel, Wall Street memperkirakan sejumlah pendapatan meleset dari perkiraan. Sebagian juga menurunkan prospek tahunan karena perusahaan terus bergulat dengan hambatan makro seperti inflasi tinggi, ketidakpastian ekonomi global, dan masalah rantai pasokan.

S&P 500 Menguji Posisi Bearish

Pada perdagangan terakhir pekan lalu, S&P 500 ditutup di atas level 4.231, retracement 50% dari puncaknya. Analis teknis BTIG Jonathan Krinsky mengatakan penutupan di atas level itu berarti ini adalah pasar bull baru dan bukan hanya pemantulan pasar bearish.

S&P 500 naik 9% pada Juli 2022 dan pada penutupan Jumat naik 3,6% untuk bulan tersebut.

Ekuitas berjangka AS sedikit lebih rendah pada Minggu (14/8) malam, setelah sejumlah data inflasi positif membantu memajukan semua indeks utama dan menjelang minggu pendapatan besar untuk peritel.

Futures terkait dengan Dow Jones Industrial Average turun 55 poin, atau 0,2%. S&P 500 berjangka dan Nasdaq 100 berjangka juga turun 0,2%.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 19 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia