SK Korsel Investasikan US$ 250 Juta di TerraPower Nuklir Bill Gates
SEOUL, investor.id – SK Inc. Korea Selatan (Korsel) mengatakan pada Senin (15/8) bahwa pihaknya dan afiliasinya menginvestasikan US$ 250 juta di TerraPower. Ini adalah usaha berbasis di Amerika Serikat (AS) yang didirikan oleh miliarder Bill Gates, mengembangkan reaktor tenaga nuklir berukuran kecil disebut dengan reaktor modular kecil.
SK Inc merupakan perusahaan induk dari konglomerat terbesar kedua Korsel, SK Group. Perwakilan perusahaan mengatakan bahwa mereka berinvestasi dengan afiliasi SK Innovation sebagai bagian dari putaran penggalangan dana total US$ 750 juta yang dipimpin oleh Bill Gates.
Investasi dalam reaktor modular kecil, yang menurut SK adalah sumber energi bebas karbon yang kompetitif, sejalan dengan janji Grup SK pada 2021 untuk mengurangi 200 juta ton emisi karbon pada 2030, kata SK dalam sebuah pernyataan. Perusahaan juga berencana membangun portofolio energi hijau grup tersebut.
Investasi perusahaan Korea baru-baru ini selesai setelah mendapat persetujuan dari Komite Penanaman Modal Asing di Amerika Serikat (CFIUS) di bawah Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS).
Dengan investasi tersebut, SK mengatakan kelompok tersebut akan mengambil bagian dalam proyek TerraPower untuk mengkomersialkan reaktor tenaga nuklir kecil. Ini juga dikenal sebagai reaktor modular kecil generasi berikutnya, untuk memimpin dalam mewujudkan netralitas karbon melalui pengamanan listrik bebas karbon di Korsel dan Asia Tenggara.
Pengeluaran SK menandai investasi tunggal terbesar dalam industri reaktor nuklir generasi berikutnya sejauh ini, menurut kelompok tersebut.
Gates ikut mendirikan TerraPower pada 2008. Perusahaan ini telah mengembangkan desain teknologi reaktor cepat berpendingin natrium (SFR), yang dianggap sebagai teknologi reaktor nuklir generasi keempat. Teknologi SFR dikenal secara drastis mengurangi limbah nuklir sambil mempertahankan tingkat keamanan yang tinggi.
Dengan dukungan keuangan dari Departemen Energi AS, TerraPower saat ini bekerja untuk dapat mengkomersialkan SFR pertamanya di AS pada 2028.
SK juga menyoroti teknologi produksi TerraPower dari Actinium-225, radionuklida pemancar alfa yang telah meningkatkan harapan tinggi akan efektivitasnya dalam mengobati kanker tanpa merusak sel normal.
Melalui kerja sama dengan TerraPower dan perusahaan bio yang telah diinvestasikan SK, grup tersebut mengatakan mereka berharap dapat mengungkap berbagai peluang bisnis di bidang biofarmasi termasuk pengembangan perawatan dan organisasi manufaktur kontrak.
Pekan ini Gates mengunjungi Korsel untuk pertama kalinya dalam sembilan tahun. Perjalanan tiga hari yang dimulai Senin diisi dengan pertemuan dengan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol dan sesi pembahasan di Majelis Nasional.
Menurut laporan lokal, Gates diperkirakan akan mengunjungi pusat penelitian dan pengembangan produsen vaksin SK Bioscience di Pangyo, Provinsi Gyeonggi. Tidak ada yang dikonfirmasi mengenai kemungkinan pertemuan Gates dengan para pemimpin bisnis utama negara itu seperti Lee Jae-yong dari Samsung atau Chey Tae-won dari SK.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler




