Jumat, 15 Mei 2026

Lagi, Goldman Sachs dan Nomura Pangkas Prospek Ekonomi Tiongkok

Penulis : Grace El Dora
18 Aug 2022 | 15:44 WIB
BAGIKAN
Orang-orang menyeberang jalan saat cuaca panas pada 15 Agustus 2022 di Guangzhou, Tiongkok. Negara itu menderita gelombang panas terburuk dalam beberapa dasawarsa, yang menyebabkan mengganggu pasokan listrik. (FOTO: Agensi Anadolu / Images Getty)
Orang-orang menyeberang jalan saat cuaca panas pada 15 Agustus 2022 di Guangzhou, Tiongkok. Negara itu menderita gelombang panas terburuk dalam beberapa dasawarsa, yang menyebabkan mengganggu pasokan listrik. (FOTO: Agensi Anadolu / Images Getty)

NEW YORK, investor.id – Goldman Sachs dan Nomura menurunkan perkiraan mereka untuk pertumbuhan Tiongkok, mengutip permintaan yang lebih lemah, ketidakpastian yang berasal dari kebijakan nol kasua Covid-19 dan krisis energi.

Goldman Sachs menurunkan proyeksi setahun penuh 2022 menjadi 3,0% dari 3,3%, sementara Nomura memangkas proyeksi setahun penuh menjadi 2,8% dari sebelumnya 3,3%.

Pemotongan tersebut mewakili pesimisme yang berkelanjutan di antara bank-bank investasi atas target pertumbuhan Tiongkok sekitar 5,5%. Pada Juli 2022, pejabat Tiongkok mengindikasikan negara itu mungkin kehilangan target produk domestik bruto (PDB) untuk tahun ini.

ADVERTISEMENT

Ekonom Goldman mengutip data ekonomi terbaru untuk Juli 2022 serta kendala energi jangka pendek karena musim panas yang luar biasa panas dan kering. Negara tersebut menderita salah satu gelombang panas terburuk dalam beberapa dekade, membebani pasokan listrik yang sudah tertekan dan menyebabkan pengurangan produksi di beberapa bagian negara itu.

Ekonom dari kedua bank juga mencatat peningkatan kasus Covid-19 secara nasional serta kontraksi investasi properti untuk Juli 2022 menyeret turun total investasi.

Nomura, yang terus mempertahankan salah satu perkiraan terendah untuk pertumbuhan Tiongkok, mengatakan masih yakin pemerintah Tiongkok akan mempertahankan kebijakan nol kasus Covid-19 hingga Maret 2023.

Dikatakan sikap ini kemungkinan akan tetap menjadi hambatan utama pada sektor properti. Pada Mei 2022 UBS memangkas perkiraannya menjadi 3%, terendah di antara perkiraan yang dilacak pada saat itu, dilansir dari CNBC.

Pemotongan Suku Bunga Kejutan

Pengurangan proyeksi ekonomi ini dilaporkan setelah bank rakyat Tiongkok (PBoC) secara tak terduga pada Senin (15/8) memangkas dua suku bunga pinjaman kebijakan jangka menengah dan alat likuiditas jangka pendek. Ini menjadi keputusan kedua kali tahun ini.

Nomura dan Goldman sama-sama mencatat bahwa respons stimulus pemerintah Tiongkok mungkin sangat terbatas.

“Berbeda dengan kekhawatiran beberapa orang tentang terlalu banyak stimulus kebijakan di semester kedua, risiko sebenarnya adalah bahwa dukungan kebijakan Tiongkok mungkin terlalu sedikit, terlambat, dan terlalu tidak efisien,” kata Nomura.

Goldman Sachs mengatakan penurunan suku bunga yang mengejutkan tidak selalu menandakan awal dari pelonggaran kebijakan yang lebih agresif. Dikatakan, regulator tidak hanya menghadapi kendala ekonomi tetapi juga politik.

"Fokus mereka saat ini kemungkinan adalah membendung risiko penurunan lebih lanjut dan memastikan lapangan kerja dan stabilitas sosial menjelang Kongres Partai ke-20,” katanya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 7 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 45 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 49 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia