Jumat, 15 Mei 2026

Tiongkok Tambah Proyek Infrastruktur di Wilayah Pasifik US$ 66 Juta

Penulis : Grace El Dora
19 Aug 2022 | 16:31 WIB
BAGIKAN
Bendera nasional Kepulauan Solomon dan Tiongkok berkibar di Lapangan Tiananmen di Beijing, Tiongkok pada 7 Oktober 2019. (FOTO: REUTERS/Stringer/File Photo)
Bendera nasional Kepulauan Solomon dan Tiongkok berkibar di Lapangan Tiananmen di Beijing, Tiongkok pada 7 Oktober 2019. (FOTO: REUTERS/Stringer/File Photo)

SYDNEY, investor.id – Raksasa teknologi Huawei Tiongkok menambah proyek infrastruktur di wilayah Samudera Pasifik, tepatnya di Kepulauan Solomon. Negara kepulauan tersebut mendapatkan pinjaman US$ 66 juta dari Tiongkok untuk mendanai raksasa teknologi Huawei membangun 161 menara telekomunikasi di seluruh negara Pasifik, kata pemerintah.

Ini adalah pembiayaan skala besar pertama yang diterima negara itu dari Tiongkok sejak mereka menandatangani pakta keamanan rahasia pada April 2022.

Hubungan keuangan dan keamanan yang berkembang di negara kepulauan itu ke Tiongkok telah menimbulkan kekhawatiran dari Amerika Serikat (AS) dan sekutunya, termasuk Australia. Sebelumnya, pemerintah Australia telah setuju untuk membangun enam menara telekomunikasi di negara itu.

ADVERTISEMENT

Kepulauan Solomon akan menerima pinjaman untuk perjanjian konsesi selama 20 tahun dari Bank Ekspor Impor Tiongkok (Eximbank). Dengan demikian bank negara itu yang akan sepenuhnya mendanai pembangunan menara Huawei, kata pemerintah yang menyebutnya sebagai kemitraan keuangan ‘bersejarah’.

Hampir setengah dari total menara akan dibangun sebelum negara itu menjadi tuan rumah Pacific Island Games pada November 2023, menurut pernyataan pemerintah.

Menara tersebut akan memungkinkan penduduk Kepulauan Solomon, terutama yang berada di daerah pedesaan, untuk menonton pertandingan bahkan jika mereka tidak dapat perjalanan ke ibu kota Honiara, kata pemerintah.

Para pejabat negara-negara Barat telah memberi peringatan bahwa pemerintah Tiongkok dapat memanfaatkan pakta keamanan untuk membangun pangkalan militer di negara itu. Peringatan ini berulang kali dibantah oleh Perdana Menteri negara Pasifik itu, Manasseh Sogavare.

Negara ini mengalihkan hubungan diplomatik dari Taiwan ke Tiongkok pada 2019.

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia mengatakan, mereka mengetahui kesepakatan telekomunikasi dan mendukung investasi infrastruktur yang menghindari beban utang tak berkelanjutan.

Awal bulan ini Sogavare mengusulkan perubahan konstitusi untuk menunda pemilihan nasional sampai setelah pertandingan. Ia mengatakan negara itu tidak mampu membiayai kedua acara tersebut.

Namun itu dikecam sebagai alasan lemah oleh pemimpin oposisi Matthew Wale.

Jika desakan untuk menunda pemilihan berhasil, Kepulauan Solomon tidak akan melangsungkan jajak pendapat sampai paling cepat 2024.

Pemilihan berikutnya yang diadakan sebelum September 2023, akan menjadi yang pertama di negara itu sejak kerusuhan meluas oleh protes anti Sogavare pecah di Honiara tahun lalu.

Ini akan menjadi jajak pendapat pertama sejak Sogavare menandatangani pakta keamanan dengan Tiongkok, Menurut rancangan yang bocor, pakta ini akan memungkinkan pasukan keamanan Tiongkok dipanggil jika terjadi kerusuhan.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia