Jumat, 15 Mei 2026

Anggaran 2023 Filipina Bengkak di Bawah Kepemimpinan Marcos Jr

Penulis : Grace El Dora
22 Aug 2022 | 14:30 WIB
BAGIKAN
Presiden Filipina Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr. berbicara saat upacara pergantian komando di Camp Aguinaldo, Quezon City, Filipina pada 8 Agustus 2022. (FOTO: Reuters/Ezra Acayan)
Presiden Filipina Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr. berbicara saat upacara pergantian komando di Camp Aguinaldo, Quezon City, Filipina pada 8 Agustus 2022. (FOTO: Reuters/Ezra Acayan)

MANILA, investor.id – Anggaran pemerintah Filipina untuk 2023 bengkak di bawah kepemimpinan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. Ia meminta Kongres pada Senin (22/8) untuk membuat rekor anggaran pemerintah sebesar 5,29 triliun peso (US$ 94,40 miliar) pada 2023. Dana ini dikatakan dapat mendukung agenda kebijakan ambisius yang bertujuan mendorong pertumbuhan dan mengangkat jutaan orang keluar dari kemiskinan.

Anggaran yang diusulkan Marcos setara dengan 22,2% dari total output ekonomi negara itu. Angkanya hampir 5% lebih tinggi dari rencana pengeluaran presiden terdahulu untuk 2022.

Marcos berharap dapat memperluas ekonomi Asia Tenggara sebanyak 8% selama masa jabatan enam tahun, untuk mempertahankan tempatnya di antara negara-negara dengan pertumbuhan tercepat di Asia. Ia juga menargetkan untuk mengurangi separuh tingkat kemiskinan, yang mencapai 18,1% pada 2021.

ADVERTISEMENT

Pendidikan, infrastruktur, ketahanan pangan, kesehatan, dan energi bersih mendapat prioritas utama dalam anggaran 2023 yang disampaikan kepada Kongres oleh perwakilan presiden.

Kongres diharapkan menyetujui rancangan anggaran pada Oktober 2022 dan Marcos diperkirakan menandatanganinya menjadi undang-undang sebelum akhir tahun ini.

Sektor pendidikan akan menerima alokasi tertinggi 852,8 miliar peso atau 16% dari total anggaran. Anggaran besar selanjutnya adalah pekerjaan umum dengan 13%, perawatan kesehatan sebanyak 5%, dan kesejahteraan sosial sekitar 4%, kata Marcos dalam pernyataan resmi yang menyertai usulan anggaran.

Marcos adalah putra dari presiden yang digulingkan dalam pemberontakan 1986 karena skandal korupsi. Ia juga menjalankan portofolio pertanian yang akan menerima 184,1 miliar peso, melonjak 40% dari anggaran 2022.

Marcos, yang memenangkan masa jabatan enam tahun tunggal dalam pemilihan Mei 2022, memimpin mayoritas super di Kongres. Posisi ini akan meningkatkan peluang untuk memajukan agenda legislatifnya, termasuk program pengeluaran 2023. Sepupunya, Ferdinand Martin Romualdez, menjabat sebagai ketua majelis rendah.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia