Jumat, 15 Mei 2026

Indonesia Cari Dukungan G20 untuk Agenda Transisi Energi

Penulis : Grace El Dora
2 Sep 2022 | 14:09 WIB
BAGIKAN
Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam Rapat Tingkat Menteri Transisi Energi di Bali pada 2 September 2022. (FOTO: ANTARA/HO-Kementerian ESDM/rst)
Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam Rapat Tingkat Menteri Transisi Energi di Bali pada 2 September 2022. (FOTO: ANTARA/HO-Kementerian ESDM/rst)

JAKARTA, investor.id – Indonesia sebagai presidensi G20 mendesak negara-negara anggota pada Jumat (2/9) untuk berkomitmen pada usulan mengadopsi energi bersih. Ini disampaikan beberapa hari setelah pembicaraan iklim kelompok ekonomi 20 negara berakhir tanpa kesepakatan yang jelas.

Indonesia, salah satu penghasil karbon terbesar di dunia, menginginkan kelompok G20 ekonomi utama untuk menggunakan kesepakatan Bali Compact yang tidak mengikat. Ini akan dijadikan dasar untuk memenuhi komitmen mencapai emisi nol bersih, kata menteri energinya mengatakan kepada rekan-rekan G20 di Bali.

Pembicaraan iklim G20 awal pekan ini gagal mengadopsi komunike bersama. Delegasi iklim Inggris Alok Sharma pada Kamis (1/9) mengatakan kepada Reuters bahwa beberapa ekonomi utama dunia mundur dalam komitmen emisi.

ADVERTISEMENT

Indonesia yang merupakan pengekspor utama dan pengguna batu bara, telah bergabung dengan perjanjian global untuk menghentikan penggunaan batu bara secara bertahap. Diharapkan, hampir seperempat energinya akan berasal dari sumber terbarukan pada 2025, naik dari sekitar 12% saat ini.

“Yang penting sekarang kita bekerja sama untuk mengkoordinasikan kebijakan, memperkuat kerja sama dan memastikan agenda transisi energi kita bergerak maju,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, Jumat.

Menggarisbawahi tantangan ke depan, Badan Energi Internasional (IEA) dalam sebuah laporan pada Jumat mengatakan bahwa Indonesia perlu memastikan reformasi kebijakan terjadi sehingga dapat membuat peralihan ke energi yang lebih bersih lebih cepat. Pihaknya mencatat bahwa teknologi tersebut sudah tersedia secara komersial dan hemat biaya.

Bali Compact yang rinciannya tidak segera dipublikasi berupaya memperkuat perencanaan dan implementasi energi nasional, meningkatkan investasi dan pembiayaan, serta meningkatkan ketahanan energi, kata Arifin dalam pertemuan di Bali.

Indonesia sebagai ketua tidak merilis komunike bersama setelah pembicaraan iklim G20 awal pekan ini. Upaya ini disulitkan oleh apa yang dikatakan sumber oleh keberatan atas bahasa yang digunakan pada target iklim dan perang di Ukraina.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia