Jumat, 15 Mei 2026

Tekanan Harga dari Kenaikan BBM Mereda pada November

Penulis : Grace El Dora
5 Sep 2022 | 13:40 WIB
BAGIKAN
Pengendara sepeda motor mengantre untuk membeli BBM bersubsidi di SPBU Pertamina usai pengumuman kenaikan harga BBM di Bekasi, Jawa Barat pada 3 September 2022. (FOTO: Reuters/ Ajeng Dinar Ulfiana)
Pengendara sepeda motor mengantre untuk membeli BBM bersubsidi di SPBU Pertamina usai pengumuman kenaikan harga BBM di Bekasi, Jawa Barat pada 3 September 2022. (FOTO: Reuters/ Ajeng Dinar Ulfiana)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah memperkirakan inflasi akan meningkat dalam dua bulan ke depan setelah keputusan akhir pekan untuk menaikkan harga bahan bakar. Tetapi inflasi akan menjadi normal pada November 2022 dan langkah itu akan berdampak minimal pada pertumbuhan ekonomi, kata seorang pejabat.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaikkan harga bahan bakar bersubsidi sekitar 30% pada Sabtu (3/9) untuk mengendalikan anggaran subsidi energi yang membengkak. Sebelumnya, musyawarah berlangsung berminggu-minggu di tengah risiko langkah itu akan memicu protes oleh publik.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan dalam sebuah wawancara televisi bahwa kenaikan harga akan mendorong inflasi September dan Oktober 2022, dilansir dari CNBC. Tetapi tingkat inflasi bulanan akan normal pada November 2022.

ADVERTISEMENT

“Biasanya inflasi cepat naik dalam satu atau dua bulan, dan pada bulan ketiga mulai normal. Kita awasi sampai akhir tahun,” ujarnya tanpa memberikan angka, Senin (5/9).

Tingkat inflasi tahunan Agustus 2022 mencapai 4,69%, sudah di atas kisaran target Bank Indonesia (BI) selama tiga bulan berturut-turut, karena tingginya harga pangan.

Suahasil mengatakan pemerintah mempertahankan prospek pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,1% dan 5,4%, meskipun tekanan harga meningkat.

“Mengingat fakta bahwa tekanan harga telah meningkat selama beberapa waktu tahun ini bahkan sebelum efek bahan bakar, tingkat perluasan efek harga akan menjadi hal utama yang harus diperhatikan sekarang,” ujar ekonom OCBC Bank Wellian Wiranto. Ia memrediksi inflasi akan mencapai 7% dalam beberapa bulan mendatang.

Kenaikan harga dapat membuat marah sebagian masyarakat Indonesia yang hidupnya baru saja kembali normal, setelah ekonomi terpukul akibat pandemi Covid-19.

Serikat pekerja berencana menggelar demonstrasi secara nasional pada Selasa (6/9). Protes dengan skala lebih kecil berkobar selama akhir pekan lalu di beberapa kota Pulau Sulawesi. Pelajar membakar ban di jalan-jalan setelah pengumuman harga bahan bakar, menurut laporan media.

Jokowi mengatakan pada Sabtu bahwa kenaikan harga adalah pilihan terakhirnya, karena tekanan yang meningkat di bidang fiskal.

Anggaran subsidi energi telah meningkat tiga kali lipat menjadi Rp 502 triliun (US$ 33,65 miliar) dari anggaran awal 2022, tetapi ini pun tidak akan cukup jika harga tidak berubah, katanya.

Suahasil mengatakan bahkan setelah kenaikan harga, anggaran subsidi masih akan membengkak menjadi sekitar Rp 650 triliun untuk 2022, tetapi beberapa di antaranya akan terbawa hingga 2023.

Sebuah survei yang dilakukan oleh lembaga survei LSI pada pertengahan Agustus 2022, sebelum kenaikan harga menunjukkan peringkat persetujuan Jokowi berada di posisi tertinggi dalam empat tahun sebesar 72,3%. Tetapi hampir 60% responden menentang kenaikan harga bahan bakar.

(US$ 1 = Rp 14.920)

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 27 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 31 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia