Indonesia dan Filipina Dorong Peningkatan Perdagangan dan Proyek Infrastruktur
JAKARTA, investor.id – Pemerintah Indonesia dan Filipina sepakat mendorong peningkatan volume perdagangan kedua negara secara signifikan, termasuk mengembangkan konektivitas di wilayah perbatasan. Dengan demikian, pemerintah juga mendorong peningkatan kerja sama dalam proyek-proyek infrastruktur di Filipina.
“Mengenai kerja sama bilateral, saya menyampaikan beberapa hal. Yang pertama mendorong peningkatan volume perdagangan secara signifikan,” kata Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) usai melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Filipina Ferdinand Romualdez Marcos Jr. di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (5/9).
Jokowi mengatakan perdagangan Indonesia dan Filipina sudah naik hampir 50% dibandingkan pada 2021. Indonesia juga secara khusus mendorong peningkatan ekspor produk makanan, minuman, farmasi, kelapa, serta rumput laut.
“Saya mengajak Filipina untuk terus mengembangkan potensi perdagangan dan juga konektivitas di wilayah perbatasan. Saya mengusulkan revitalisasi jalur kapal roro Bitung-Davao dan membuka jalur penerbangan Manado-Davao,” ujar Jokowi.
Tingkatkan Peluang BUMN
Presiden juga mengharapkan kesempatan atau peluang bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan swasta nasional terus meningkat dalam mendukung pembangunan di FIlipina.
“Ke depan, saya ingin semakin banyak kesempatan bagi BUMN dan perusahaan swasta Indonesia mendukung pembangunan di FIlipina,” jelasnya.
Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Ferdinand, Presiden Jokowi mengatakan keduanya membahas upaya peningkatan intensitas kerja sama infrastruktur dan industri strategis bagi kedua negara.
Menurut Jokowi, sejumlah BUMN Indonesia sejauh ini sudah ikut serta dalam program pembangunan di Filipina, seperti proyek pengadaan dua kapal Landing Platform Dock (LPD) oleh PT PAL dan proyek persinyalan kereta di Manila oleh PT LEN Industri.
Dia berharap kesempatan BUMN dan perusahaan swasta Indonesia dalam mendukung pembangunan di Filipina bisa meningkat. Jokowi juga berharap rencana Filipina membeli pesawat NC212i dari PT Dirgantara Indonesia dapat segera terwujud.
Kedatangan Ferdinand “Bongbong” Romualdez Marcos Jr. ke Indonesia merupakan kunjungan luar negeri pertamanya setelah dilantik sebagai Presiden Filipina pada 30 Juni 2022.
Ferdinand sengaja memilih Indonesia sebagai negara pertama yang dikunjunginya karena Filipina dan Indonesia tidak hanya dekat secara letak geografis, namun juga memiliki kedekatan dari sisi budaya dan etnis.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler




