Jumat, 15 Mei 2026

Saham-saham Inggris, Jerman dan Prancis Kompak Berakhir di Zona Negatif

Penulis : Indah Handayani
21 Sep 2022 | 05:30 WIB
BAGIKAN
London Stock Exchange, ilustrasi bursa saham Eropa
Sumber: Antara
London Stock Exchange, ilustrasi bursa saham Eropa Sumber: Antara

LONDON, investor.id – Saham-saham Inggris, Jerman dan Prancis kompak berakhir di zona negatif pada perdagangan Selasa (20/9/2022).

Saham-saham di bursa Inggris memperpanjang kerugian untuk hari kedua perdagangan berturut-turut. Dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London jatuh 44,02 poin (0,61%) menjadi menetap di 7.192,66 poin.

Indeks FTSE 100 merosot 43,59 poin (0,62%) menjadi 7.236,68 poin pada Jumat (16/9/2022). Setelah naik tipis 4,77 poin (0,07%) menjadi 7.282,07 poin pada Kamis (15/9/2022). Serta, tergelincir 108,56 poin (1,47%) menjadi 7.277,30 poin pada Rabu (14/9/2022).

Bursa Efek London ditutup pada Senin (19/9/2022) untuk hari libur umum prosesi pemakaman Ratu Elizabeth II.

ADVERTISEMENT

Schroders PLC, sebuah perusahaan manajemen aset multinasional Inggris yang beroperasi di 32 lokasi di seluruh Eropa, Amerika, Asia, Afrika, dan Timur Tengah, membukukan kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya merosot tajam 15,02%.

Sedangkan saham-saham di bursa Jerman berbalik melemah dari kenaikan sehari sebelumnya. Dengan indeks acuan DAX 40 di Bursa Efek Frankfurt tergelincir 132,41 poin (1,03%) menjadi menetap di 12.670,83 poin.

Indeks DAX 40 menguat 61,98 poin (0,49%) menjadi 12.803,24 poin pada Senin (19/9/2022). Setelah merosot 215,40 poin (1,66%) menjadi 12.741,26 poin pada Jumat (16/9/2022). Serta,  melemah 71,34 poin (0,55%) menjadi 12.956,66 poin pada Kamis (15/9/2022).

Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks DAX 40, hanya lima saham yang berhasil mencatat keuntungan, sementara 35 saham lainnya mengalami kerugian.

HeidelbergCement AG, perusahaan industri bahan bangunan multinasional Jerman dan merupakan salah satu perusahaan bahan bangunan terbesar di dunia menjadi top loser di antara saham blue chips, dengan harga sahamnya anjlok 4,57%.

Sementara itu, saham-saham di bursa Prancis mencatat kerugian untuk hari keenam berturut-turut. Dengan indeks acuan CAC 40 di Bursa Efek Paris terpangkas 82,12 poin (1,35%) menjadi menetap di 5.979,47 poin.

Indeks CAC 40 merosot 15,71 poin (0,26%) menjadi 6.061,59 poin pada Senin (19/9/2022). Setelah jatuh 80,54 poin (1,31%) menjadi 6.077,30 poin pada Jumat (16/9/2022). Serta, tergelincir 64,57 poin (1,04%) menjadi 6.157,84 poin pada Kamis (15/9/2022).

Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks CAC 40, hanya empat saham yang berhasil membukukan keuntungan, sementara 36 saham lainnya menderita kerugian.

Teleperformance SE, sebuah perusahaan jasa manajemen hubungan pelanggan menjadi top loser di antara saham blue chips, dengan harga sahamnya anjlok 5,26%.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia