Jumat, 15 Mei 2026

Australia Mencari Hubungan Stabil dengan “Kekuatan Besar” Tiongkok

Penulis : Grace El Dora
23 Sep 2022 | 13:30 WIB
BAGIKAN
Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong berbicara dalam konferensi pers di sela-sela Sidang Umum PBB ke-77 di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York City, AS pada 20 September 2022. (FOTO: REUTERS/Brendan McDermid)
Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong berbicara dalam konferensi pers di sela-sela Sidang Umum PBB ke-77 di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York City, AS pada 20 September 2022. (FOTO: REUTERS/Brendan McDermid)

SYDNEY, investor.id – Pemerintah Australia bertujuan untuk hubungan yang stabil dengan Tiongkok meskipun ada perbedaan secara khusus dalam hal perdagangan, kata menteri luar negeri (menlu) Australia. Ia meminta Tiongkok untuk menggunakan pengaruhnya sebagai kekuatan besar untuk membantu mengakhiri perang di Ukraina.

Hubungan Australia dengan mitra dagang terbesarnya kini berada pada titik terendah. Sebelumnya terjadi perselisihan mengenai sejumlah masalah, termasuk asal-usul pandemi Covid-19, perdagangan, dan tuduhan Australia atas campur tangan Tiongkok.

“Saya pikir ini adalah jalan panjang di mana banyak langkah harus diambil oleh kedua belah pihak untuk hubungan yang lebih stabil,” kata Menlu Penny Wong setelah bertemu dengan Menlu Tiongkok Wang Yi, Jumat (23/9).

ADVERTISEMENT

“Kalau soal perbedaan, jelas yang pertama di antaranya adalah masalah hambatan perdagangan, dan itu yang saya fokuskan sejak awal,” katanya, di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau UNGA di New York, Amerika Serikat (AS).

Wong mengatakan pertemuannya dengan menlu Tiongkok bersifat konstruktif. Ia mendesak pemerintah Tiongkok, sebagai salah satu dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB (P5), untuk menggunakan pengaruhnya demi membantu mengakhiri krisis Ukraina.

“Tiongkok adalah kekuatan besar ... Kami mendorong Tiongkok sebagai anggota P5 dengan tanggung jawab khusus menegakkan piagam PBB, menggunakan pengaruhnya untuk mengakhiri perang,” jelas Wong.

Dia mengatakan, serangan militer Rusia ke Ukraina adalah ilegal dan ancaman Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menggunakan senjata nuklir tidak terpikirkan dan tidak bertanggung jawab.

Wong mengatakan dalam pembicaraannya dengan Wang Yi, dirinya telah mengangkat masalah jurnalis Australia Cheng Lei dan blogger Yang Hengjun, yang ditahan di Tiongkok dan menghadapi tuduhan spionase.

Pertemuan dengan Wang Yi adalah yang kedua dalam tiga bulan, saat pemerintah Partai Buruh Australia yang baru-baru ini terpilih berusaha membangun kembali hubungan setelah kemerosotan tajam selama masa pemerintahan konservatif sebelumnya.

Wakil Perdana Menteri (PM) Richard Marles mengatakan ada permusuhan dalam cara mantan pemerintah berbicara dan pemerintahnya ingin mengubah nadanya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 39 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 43 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 3 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia