Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong berbicara dalam konferensi pers di sela-sela Sidang Umum PBB ke-77 di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York City, AS pada 20 September 2022. (FOTO: REUTERS/Brendan McDermid)

Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong berbicara dalam konferensi pers di sela-sela Sidang Umum PBB ke-77 di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York City, AS pada 20 September 2022. (FOTO: REUTERS/Brendan McDermid)

Australia Mencari Hubungan Stabil dengan “Kekuatan Besar” Tiongkok

Jumat, 23 September 2022 | 13:30 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

SYDNEY, investor.id – Pemerintah Australia bertujuan untuk hubungan yang stabil dengan Tiongkok meskipun ada perbedaan secara khusus dalam hal perdagangan, kata menteri luar negeri (menlu) Australia. Ia meminta Tiongkok untuk menggunakan pengaruhnya sebagai kekuatan besar untuk membantu mengakhiri perang di Ukraina.

Hubungan Australia dengan mitra dagang terbesarnya kini berada pada titik terendah. Sebelumnya terjadi perselisihan mengenai sejumlah masalah, termasuk asal-usul pandemi Covid-19, perdagangan, dan tuduhan Australia atas campur tangan Tiongkok.

Baca juga: Australia Tambah Imigrasi Permanen Sebesar 35.000 Jadi 195.000

“Saya pikir ini adalah jalan panjang di mana banyak langkah harus diambil oleh kedua belah pihak untuk hubungan yang lebih stabil,” kata Menlu Penny Wong setelah bertemu dengan Menlu Tiongkok Wang Yi, Jumat (23/9).

“Kalau soal perbedaan, jelas yang pertama di antaranya adalah masalah hambatan perdagangan, dan itu yang saya fokuskan sejak awal,” katanya, di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau UNGA di New York, Amerika Serikat (AS).

Wong mengatakan pertemuannya dengan menlu Tiongkok bersifat konstruktif. Ia mendesak pemerintah Tiongkok, sebagai salah satu dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB (P5), untuk menggunakan pengaruhnya demi membantu mengakhiri krisis Ukraina.

“Tiongkok adalah kekuatan besar ... Kami mendorong Tiongkok sebagai anggota P5 dengan tanggung jawab khusus menegakkan piagam PBB, menggunakan pengaruhnya untuk mengakhiri perang,” jelas Wong.

Dia mengatakan, serangan militer Rusia ke Ukraina adalah ilegal dan ancaman Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menggunakan senjata nuklir tidak terpikirkan dan tidak bertanggung jawab.

Baca juga: PM Jepang Siap Temui Pemimpin Korut

Wong mengatakan dalam pembicaraannya dengan Wang Yi, dirinya telah mengangkat masalah jurnalis Australia Cheng Lei dan blogger Yang Hengjun, yang ditahan di Tiongkok dan menghadapi tuduhan spionase.

Pertemuan dengan Wang Yi adalah yang kedua dalam tiga bulan, saat pemerintah Partai Buruh Australia yang baru-baru ini terpilih berusaha membangun kembali hubungan setelah kemerosotan tajam selama masa pemerintahan konservatif sebelumnya.

Wakil Perdana Menteri (PM) Richard Marles mengatakan ada permusuhan dalam cara mantan pemerintah berbicara dan pemerintahnya ingin mengubah nadanya.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : REUTERS

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com