Jumat, 15 Mei 2026

Pasar Asia Pasifik Mixed Menyusul Wall Street

Penulis : Grace El Dora
28 Sep 2022 | 08:33 WIB
BAGIKAN
Seorang karyawan bekerja di Tokyo Stock Exchange, Jepang pada 13 Januari 2022. (FOTO: Toru Hanai / Bloomberg / Getty Images)
Seorang karyawan bekerja di Tokyo Stock Exchange, Jepang pada 13 Januari 2022. (FOTO: Toru Hanai / Bloomberg / Getty Images)

SINGAPURA, investor.id – Saham di Asia Pasifik diperdagangkan mixed pada pembukaan perdagangan Rabu (28/9), setelah S&P 500 menetapkan level terendah baru 2022 semalam di Wall Street.

Nikkei 225 Jepang turun 0,68%, sedangkan indeks Topix turun 0,67%.

Risalah dari pertemuan bank sentral Jepang (BoJ) Juli 2022 mengatakan beberapa anggota dewan kebijakan melihat inflasi konsumen melambat pada fiskal 2023, kecuali indeks harga komoditas (CPI) terus meningkat.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,18%. Kospi di Korea Selatan turun 0,43%, sementara Kosdaq naik 27%. Di Australia, S&P/ ASX 200 sedikit lebih tinggi.

ADVERTISEMENT

Pemerintah Australia akan melaporkan data penjualan ritel untuk Agustus 2022 hari ini. Diharapkan untuk inci 0,4% lebih tinggi dari Juli 2022, di mana cetakan datang pada 1,3%.

Dow Jones Industrial Average menyerahkan kenaikan sebelumnya sekitar 400 poin menjadi turun 125,82 poin, atau 0,43%, menjadi 29.134,99 pada akhir sesi. Nasdaq Composite naik 0,25% menjadi 10.829,50.

Pertanyaan tentang pendapatan, potensi resesi berarti lebih banyak aksi jual bisa terjadi. Dow dan S&P 500 telah jatuh selama enam hari berturut-turut, dengan banyak dari mereka yang melihat penjualan luas yang biasa disebut hari "pencucian" (washout).

Itu terkadang bisa menjadi sinyal beli yang berlawanan di Wall Street. Tetapi banyak profesional investasi skeptis bahwa aksi jual sudah berakhir. Salah satu alasannya adalah bahwa ekspektasi pendapatan untuk tahun depan masih menunjukkan pertumbuhan yang solid, yang tidak mungkin terjadi jika ada resesi.

“Kami tahu bahwa jika kami mulai melihat perubahan dalam imbal hasil (yield) dua tahun ... dan jika kami mulai melihat perubahan dalam dolar, itu memberi kami kemampuan untuk bangkit dari kondisi yang sangat oversold ini,” kata kepala investasi ahli strategi Delos Capital Advisors di Dallas, Andrew Smith pada Rabu (28/9).

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 44 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 46 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia