Jumat, 15 Mei 2026

Kamboja: Pemimpin Junta Myanmar Tidak Diundang ke KTT Asean

Penulis : Grace El Dora
5 Okt 2022 | 16:23 WIB
BAGIKAN
Dalam foto tak bertanggal yang dirilis oleh World Wildlife Fund ini, seorang wanita memamerkan biawak, tupai, dan burung liar untuk dijual di pasar terbuka Attapeu, Laos. Sebuah laporan yang dirilis oleh World Wildlife Fund pada 1 April 2022 menunjukkan pembelian ilegal satwa liar secara daring tumbuh di Myanmar, menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat maupun bagi spesies yang terancam punah. (Foto: K. Yoganand/World Wildlife Fund via AP)
Dalam foto tak bertanggal yang dirilis oleh World Wildlife Fund ini, seorang wanita memamerkan biawak, tupai, dan burung liar untuk dijual di pasar terbuka Attapeu, Laos. Sebuah laporan yang dirilis oleh World Wildlife Fund pada 1 April 2022 menunjukkan pembelian ilegal satwa liar secara daring tumbuh di Myanmar, menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat maupun bagi spesies yang terancam punah. (Foto: K. Yoganand/World Wildlife Fund via AP)

PHNOM PENH, investor.id – Pemimpin junta Myanmar tidak diundang ke pertemuan puncak regional konferensi tingkat tinggi Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) bulan depan, kata tuan rumah Kamboja pada Rabu (5/10). Ini menjadi penghinaan diplomatik baru untuk rezim militer yang terisolasi itu.

Asean telah memimpin upaya diplomatik untuk menyelesaikan gejolak yang mencengkeram Myanmar, sejak militer merebut kekuasaan tahun lalu.

Tetapi hanya ada sedikit kemajuan pada “konsensus lima poin” (5PCs) yang disepakati dengan junta. Para pemimpin serta menterinya telah dikeluarkan dari pertemuan-pertemuan baru-baru ini dari Asean yang terdiri atas 10 negara anggota.

Dikatakan sudah ada aksi menghubungkan undangan untuk kemajuan pelaksanaan 5PCs, kata seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Kamboja. Menurutnya, junta telah diundang untuk menominasikan perwakilan non politik untuk KTT ASEAN mendatang.

ADVERTISEMENT

Ini artinya kepala junta Min Aung Hlaing tidak akan diizinkan untuk hadir, seperti halnya diplomat tertingginya dilarang menghadiri pertemuan para menteri luar negeri di Phnom Penh pada Februari dan Agustus 2022. Yang diizinkan hadir hanya perwakilan non politik.

Rencana lima poin, yang disepakati pada April 2021, menyerukan diakhirinya segera kekerasan serta mendorong dialog antara militer dan gerakan anti kudeta.

Ada ketidakpuasan yang berkembang di Asean, terkadang dikritik sebagai omong kosong, di antara para jenderal Myanmar.

Eksekusi junta terhadap empat tahanan pada Juli 2022 bertentangan dengan seruan internasional yang meluas untuk grasi, menyebabkan kemarahan lebih lanjut.

Pertemuan para menteri luar negeri Asean pada Agustus 2022 berakhir dengan kecaman langka dari blok ini atas tindakan junta.

Para menteri mengatakan mereka sangat kecewa dengan kemajuan terbatas dan kurangnya komitmen dari otoritas Naypyidaw, untuk implementasi tepat waktu dan lengkap dari konsensus lima poin.

Utusan Asean yang ditugaskan untuk menengahi perdamaian telah mengakui sulitnya tugas tersebut, dengan mengatakan bahkan Superman sekalipun tidak dapat menyelesaikan krisis tersebut.

Tekanan AS

Penghinaan blok regional itu terjadi ketika pemerintah Amerika Serikat (AS) berusaha untuk memberikan lebih banyak tekanan pada junta melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menyusul kemarahan atas serangan udara yang menewaskan 11 anak sekolah bulan lalu.

Penasihat Departemen Luar Negeri AS Derek Chollet mengadakan pembicaraan dengan pemerintah lain dan dengan perwakilan dari Pemerintah Persatuan Nasional yang dideklarasikan sendiri di Myanmar, selama Majelis Umum PBB awal bulan ini. Pemerintah sipil ini didominasi oleh partai pemimpin sipil terguling Aung San Suu Kyi.

Myanmar merencanakan pemilihan baru pada Agustus tahun depan, tetapi Chollet memperingatkan tidak ada kemungkinan pemilihan berjalan bebas dan adil.

Junta telah membenarkan perebutan kekuasaannya dengan menunjuk pada dugaan kecurangan dalam pemilihan 2020, yang dimenangkan dengan mudah oleh partai Liga Nasional untuk Demokrasi Suu Kyi.

Sebuah tindakan keras militer terhadap perbedaan pendapat setelah kudeta telah menyebabkan lebih dari 2.300 warga sipil tewas, menurut sebuah kelompok pemantau lokal.

Junta, sementara itu, mengatakan pemberontakan terhadap kekuasaannya telah menyebabkan hampir 3.900 pendukungnya tewas.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Business 9 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 19 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia