Jumat, 15 Mei 2026

Saham-saham Inggris, Jerman dan Prancis Berakhir di Wilayah Negatif

Penulis : Indah Handayani
13 Okt 2022 | 05:30 WIB
BAGIKAN
ilustrasi bursa Eropa
Sumber: Antara
ilustrasi bursa Eropa Sumber: Antara

LONDON, investor.id – Saham-saham Inggris, Jerman dan Prancis berkahir di wilayah negatif pada perdagangan Rabu waktu setempat (12/10/2022). Memperpanjang penurunan yang terjadi selama enam hari berturut-turut.

Saham-saham Inggris dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London merosot 59,08 poin (0,86%) menjadi menetap di 6.826,15 poin.

Indeks FTSE 100 jatuh 74,08 poin (1,06%) menjadi 6.885,23 poin pada Selasa (11/10/2022). Setelah tergelincir 31,78 poin (0,45%) menjadi 6.959,31 poin pada Senin (10/10/2022). Menyusut 6,18 poin (0,09%) menjadi 6.991,09 poin pada Jumat (6/10/2022).

ADVERTISEMENT

Evraz PLC, perusahaan manufaktur dan pertambangan baja multinasional Inggris yang sebagian dimiliki oleh oligarki Rusia membukukan kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya terjungkal 12,59%.

Sedangkan saham-saham Jerman dengan indeks acuan DAX 40 di Bursa Efek Frankfurt tergelincir 47,99 poin (0,39%) menjadi menetap di 12.172,26 poin.

Indeks DAX 40 tergerus 52,69 poin (0,43%) menjadi 12.220,25 poin pada Selasa (11/10/2022). Setelah turun tipis 0,06 poin (0,00%) menjadi 12.272,94 poin pada Senin (10/10/2022). Jatuh 197,78 poin (1,59%) menjadi 12.273,00 poin pada Jumat (7/10/2022).

Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen Indeks DAX 40, sebanyak 14 saham berhasil mencatat keuntungan, sementara 26 saham lainnya mengalami kerugian.

Vonovia SE, sebuah perusahaan properti dan pengembang real estat Jerman menjadi top loser di antara saham blue chips, dengan harga sahamnya terpuruk 5,51%.

Sementara itu, saham-saham Prancis dengan indeks acuan CAC 40 di Bursa Efek Paris terpangkas lagi 14,73 poin (0,25%) menjadi menetap di 5.818,47 poin.

Indeks CAC 40 merosot 7,35 poin (0,13%) menjadi 5.833,20 poin pada Selasa (11/10/2022). Setelah tergelincir 26,39 poin (0,45%) menjadi 5.840,55 poin pada Senin (10/10/2022). Jatuh 69,48 poin (1,17%) menjadi 5.866,94 poin pada Jumat (7/10/2022).

Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen Indeks CAC 40, sebanyak delapan saham berhasil membukukan keuntungan, sementara 31 saham menderita kerugian dan satu saham diperdagangkan tidak berubah.

Carrefour SA, sebuah perusahaan operator supermarket, hypermarket, cash and carry store, dan situs web e-commerce menjadi top loser di antara saham blue chips, dengan harga sahamnya merosot 2,16%.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 21 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 25 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia