Zona Euro Mendekati Kontraksi di 2023, Kata ECB
FRANKFURT, investor.id – Ketidakpastian tentang impor energi Rusia mendorong zona euro lebih dekat menuju kontraksi ekonomi pada 2023, kata dua pejabat senior Bank Sentral Eropa (ECB) pada Jumat (14/10).
“Risiko terhadap pertumbuhan terutama pada sisi negatifnya, terutama karena konsekuensi ekonomi dari perang di Ukraina,” kata Presiden ECB Christine Lagarde dalam pernyataan pada pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF), Jumat.
Inflasi yang tinggi, permintaan global yang lebih lemah, dan penurunan kepercayaan kemungkinan akan menyebabkan perlambatan signifikan dalam pertumbuhan kawasan euro di paruh kedua tahun ini dan awal 2023, katanya.
Dalam sebuah wawancara dengan mingguan bisnis Lituania Verslo zinios, Wakil Presiden ECB Luis de Guindos juga melihat prospek yang suram.
“Apa yang kami anggap sebagai skenario penurunan kami pada September mendekati skenario dasar,” ujarnya.
Skenario penurunan dari proyeksi September ECB akan menunjukkan ekonomi kawasan euro menyusut hampir 1% tahun depan, sedangkan skenario dasar memperkirakan pertumbuhan 0,9%.
“Perbedaan antara skenario baseline dan downside terletak pada evolusi pasokan energi dari Rusia,” kata De Guindos.
“Asumsi di bawah skenario dasar adalah bahwa 20% pengiriman energi akan terus dipasok, sedangkan skenario penurunan mengasumsikan pemutusan total,” lanjutnya.
Pemerintah Rusia telah secara drastis mengurangi pasokan gas ke Eropa dalam beberapa bulan terakhir, dalam sebuah langkah yang dilihat sebagai pembalasan atas sanksi Barat atas perang Rusia di Ukraina.
Tidak ada gas sama sekali yang mengalir melalui pipa penting Nord Stream 1 antara Rusia dan ekonomi terbesar Uni Eropa (UE), Jerman, sejak akhir Agustus 2022.
Dampak dari perang telah mengirim harga energi melonjak di benua itu, mendorong inflasi yang sudah tinggi ke rekor baru.
ECB telah bergabung dengan bank sentral di seluruh dunia dalam menaikkan suku bunga untuk mendinginkan harga dan mengurangi permintaan, dengan risiko memicu penurunan ekonomi.
Inflasi di 19 negara zona euro mencapai level tertinggi baru ke level 10% pada September 2022.
De Guindos mengatakan jika prospek ECB lebih suram, inflasi tahunan akan naik 8,4% tahun ini dan 6,9% pada 2023.
Gubernur ECB mengadakan pertemuan kebijakan moneter berikutnya pada 27 Oktober 2022. Pengamat memperkirakan kenaikan suku bunga jumbo lainnya sebesar 0,75 poin persentase atau 75 basis poin (bps).
“Dewan pemerintahan ECB mengharapkan untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut selama beberapa pertemuan berikutnya,” kata Lagarde.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now


