Jumat, 15 Mei 2026

Rusia Diperkirakan Dapat Membangun Kembali Militer dalam 2-4 Tahun

Penulis : Grace El Dora
19 Okt 2022 | 11:50 WIB
BAGIKAN
Menteri Pertahanan Estonia Hanno Pevkur berbicara kepada wartawan di Pentagon, Washington, Amerika Serikat pada 18 Oktober 2022. (Foto: Stefani Reynolds / AFP)
Menteri Pertahanan Estonia Hanno Pevkur berbicara kepada wartawan di Pentagon, Washington, Amerika Serikat pada 18 Oktober 2022. (Foto: Stefani Reynolds / AFP)

WASHINGTON, investor.id – Pemerintah Rusia kemungkinan akan membutuhkan dua sampai empat tahun membangun kembali kekuatan militernya untuk perang Ukraina, kata Menteri Pertahanan Estonia. Ia mendesak tekanan lanjutan untuk menjaga Rusia tetap terkendali.

Pada kunjungan ke Washington, Amerika Serikat (AS), Menteri Pertahanan Hanno Pevkur meramalkan perang yang panjang. Ia mendesak negara-negara Barat untuk berdiri bersama Ukraina sampai mereka mencapai kemenangan untuk apa yang disebutnya dunia bebas.

Ketika Rusia beralih ke drone kamikaze Iran yang dicurigai untuk menyerang Ukraina, Pevkur mengatakan dirinya telah mendengar laporan bahwa gudang senjata Rusia telah sangat terkuras. Karenanya mereka menggunakan sistem pertahanan udara S-300 sebagai rudal biasa, sementara peluru Rusia telah meledak di udara karena usianya terlalu tua.

ADVERTISEMENT

“Apa yang kurang lebih konsensus adalah bahwa dibutuhkan dua hingga empat tahun bagi Rusia untuk memulihkan beberapa kemampuan atau bahkan kemampuan yang sama yang mereka miliki (untuk perang),” katanya dalam pertemuan dengan koresponden Departemen Luar Negeri AS dan Pentagon, Rabu (19/10).

Dia mengatakan bahwa sanksi Barat secara khusus telah merugikan produksi pesawat terbang dan pemeliharaan helikopter dengan merampas komponen utama Rusia.

“Ketika kita dapat menemukan cara baru tentang bagaimana mempengaruhi Rusia dengan sanksi, pasti kita perlu melakukan itu,” imbuh Pevkur.

Pevkur, yang bertemu dengan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin, memperingatkan bahwa Rusia masih memiliki kapasitas untuk melakukan serangan, termasuk terhadap anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) seperti Estonia.

Namun ia mengecilkan kemungkinan serangan nuklir, meskipun opsi ini terus dikumandangkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin saat memproklamirkan aneksasi wilayah Ukraina.

Rusia telah menempatkan ketakutan ke Ukraina dengan serangan konvensionalnya, kata Pevkur.

“Saya tidak melihat ada nilai tambah positif dan tambahan bagi Rusia (dari serangan nuklir). Satu-satunya hal, yang bisa terjadi adalah mereka akan kehilangan pendukung diam mereka seperti Tiongkok atau lainnya karena itu,” ungkapnya.

Pentagon mengatakan dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan bahwa Austin memuji Estonia atas dukungannya yang condong ke Ukraina. Pihaknya juga menegaskan kembali komitmen pemerintah AS untuk menghalangi agresi Rusia terhadap sekutu NATO.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 44 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 46 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia