Jumat, 15 Mei 2026

Pengiklan Kritik Elon Musk karena Janji Twitter Gratis untuk Semua

Penulis : Grace El Dora
3 Nov 2022 | 15:23 WIB
BAGIKAN
Akun twitter Elon Musk terlihat di ponsel pintar di depan logo Twitter dalam ilustrasi foto yang diambil pada 15 April 2022. (FOTO: REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)
Akun twitter Elon Musk terlihat di ponsel pintar di depan logo Twitter dalam ilustrasi foto yang diambil pada 15 April 2022. (FOTO: REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)

SAN FRANCISCO, investor.id – Elon Musk berjanji kepada pengiklan bahwa dia akan mencegah Twitter berubah menjadi "hellscape gratis untuk semua". Pekan ini, pengiklan mulai mengritik Musk tentang janji tersebut.

Seorang pembeli media di salah satu agensi iklan besar, yang menolak disebutkan namanya karena takut akan dibalas, mengatakan agensi tersebut akan bertemu dengan Musk minggu ini untuk menanyakan bagaimana CEO Tesla itu berencana menekan informasi yang salah di platform media sosial.

Pembeli itu juga ingin tahu bagaimana janji CEO tersebut sesuai dengan tindakannya sendiri. Termasuk satu cuitan di akhir pekan lalu waktu Musk menyebarkan teori konspirasi tentang serangan terhadap Paul Pelosi, yang adalah suami Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi.

ADVERTISEMENT

Topik lain termasuk rencana Musk untuk menaikkan biaya layanan berlangganan Twitter dan menayangkan iklan hingga 50% lebih banyak. Musk juga dipertanyakan soal siapa yang akan menjadi titik kontak pengiklan setelah mengeluarkan eksekutif senior, termasuk kepala iklan Twitter, dari perusahaan sejak ia mengambil alih lebih.

Klien teratas agensi itu diharapkan bergabung dalam pertemuan tersebut, kata pembeli media. Baik Twitter maupun Musk tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Setelah cuitannya pada 2019 tentang ketidaksukaannya terhadap iklan, Musk sekarang berada di bawah tekanan untuk menghindari mengasingkan pengiklan yang berkontribusi lebih dari 90% dari pendapatan platform itu.

Musk menghabiskan minggu pertamanya sebagai CEO di New York, dengan teman-teman kapitalis ventura bergabung dengannya dalam pertemuan untuk meyakinkan perusahaan yang menyumbang lebih dari US$ 5 miliar per tahun ke Twitter.

Jason Calacanis, angel investor dan pembawa acara podcast yang membantu Musk dalam minggu pertama kepemilikannya, mengunggah cuitan pada Senin (31/10) bahwa hari-hari Twitter sangat produktif untuk pertemuan dengan pengiklan dan pemasar.

Pembeli media lain yang berbicara dengan Reuters mengatakan agensi mereka tidak akan bertemu dengan Musk sampai dia mengartikulasikan arahan untuk Twitter, atau memberikan pembaruan substantif tentang bagaimana platform itu akan melayani pengiklan.

Beberapa klien sudah mulai menghentikan pengeluaran iklan di Twitter minggu ini, kata pembeli media kedua, yang menolak menyebutkan nama pengiklan karena sumbernya tidak berwenang untuk berbicara secara publik.

Sebagian Pengiklan Mundur

Pembeli mengatakan beberapa klien telah menarik diri dari Twitter karena kekacauan selama berbulan-bulan di sekitar kesepakatan. Beberapa mundur sebagai tanggapan atas kekhawatiran tentang materi pelecehan seksual anak di Twitter.

IPG, sebuah perusahaan induk periklanan yang mewakili klien utama termasuk Coca-Cola dan American Express, telah menyarankan klien untuk menghentikan sementara iklan mereka di Twitter untuk minggu depan, menurut seseorang yang mengetahui masalah tersebut.

Bahkan ketika Musk mengadakan pertemuan dengan agensi besar dan pengiklan minggu ini, ia mengadakan jajak pendapat yang menanyakan pengguna apakah pengiklan harus mendukung “kebebasan berbicara” atau “kebenaran politik”. Dari lebih dari satu juta suara atau 80% mendukung kebebasan berbicara.

“Provokasi semacam itu tidak membantu menenangkan air,” kata pembeli media itu.

Lebih banyak pemasar juga turun ke LinkedIn untuk menyuarakan keprihatinan mereka tentang pengambilalihan platform oleh Musk.

“Kecuali Elon mempekerjakan pemimpin baru yang berkomitmen menjaga platform ‘bebas’ ini aman dari ujaran kebencian, itu bukan platform yang dapat/ harus diiklankan oleh merek,” kata Allie Wassum, direktur global media sosial dan terintegrasi untuk merek sepatu Jordan, yang dimiliki oleh Nike, dalam unggahan di Linkedin.

Wassum tidak menanggapi permintaan komentar lebih lanjut.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 20 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 22 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia