Tiongkok Nantikan KTT G20 Walaupun Belum Pastikan Kehadiran Pemimpinnya
BEIJING, investor.id – Pemerintah Tiongkok menantikan perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) kelompok 20 negara (G20) di Bali pada 15-16 November mendatang, walaupun hingga saat ini belum memberikan kepastian tentang kehadiran pemimpinnya, Presiden Tiongkok Xi Jinping. Ini disampaikan pada pengarahan pers melalui saluran streaming video, Senin (7/11).
“Kami berharap KTT ini dapat memperkuat kerja sama internasional dalam memerangi pandemi, mendukung pemulihan ekonomi dunia, serta mempertahankan ketahanan pangan dan energi global. Kami juga sangat berharap Indonesia memainkan peran yang positif dan konstruktif dalam pemulihan ekonomi global sesuai tema KTT G20 ‘Pulih Bersama, Pulih Lebih Kuat’,” kata Wakil Menteri Luar Negeri (Menlu) Tiongkok Ma Zhaoxu di Balai Agung Rakyat Beijing, dilansir dari Antara, Senin.
“Kami akan merilis informasi tentang kehadiran pemimpin Tiongkok nanti pada waktunya,” kata Ma, yang juga merupakan anggota Komite Urusan Luar Negeri CPC.
Antusias
Menjelang akhir Oktober lalu Kedutaan Besar RI (KBRI) di Beijing terlihat sibuk, khususnya di bagian imigrasi, kekonsuleran, dan penerangan sosial budaya.
Tidak hanya pimpinan dan staf media Tiongkok yang mondar-mandir di KBRI, melainkan juga awak media asing dari negara-negara Eropa, Amerika Serikat (AS), dan Jepang.
Di antara para awak media asing di Tiongkok yang mengurus visa di KBRI Beijing, terdapat beberapa yang sebelumnya meliput Kongres Nasional ke-20 CPC di Beijing pada 16-22 November 2022.
Bagi awak media Tiongkok, KBRI Beijing sudah mengeluarkan 221 visa. Itu pun untuk jurnalis yang melekat bersama delegasi Tiongkok dan yang dikoordinasikan oleh MFA. Masih ada 36 wartawan Tiongkok lainnya dan 10 awak media asing di Beijing yang mengantongi visa dari KBRI Beijing sebelum 1 November 2022.
Sejumlah maskapai penerbangan komersial tidak ingin kehilangan momentum antusiasme yang terjadi di tengah munculnya subvarian baru Covid-19.
Ada delapan jalur penerbangan baru dari Tiongkok menuju Indonesia yang mulai dibuka pada awal November 2022, menurut rilis Badan Penerbangan Sipil Tiongkok (CAAC). Kedelapan jalur baru itu melengkapi tujuh jalur udara kedua negara yang sudah ada sebelumnya.
Bagi sebagian besar orang yang tinggal di belahan bumi bagian utara yang saat ini sedang memasuki musim dingin, Bali adalah impian. Pulau tropis nan elok itu sangat menawan hati mereka. Meninggalkan momentum KTT ke-17 G20 yang digelar di Bali dinilai seakan meninggalkan kesempatan emas.
Kesempatan meliput peristiwa penting berbalut nuansa sakral taksu Bali, tidak semua orang mendapatkannya. Mereka rela melewati karantina terpusat dan terpadu selama berhari-hari saat kembali lagi ke Tiongkok.
“Saya sedih tidak bisa meliput acara tersebut, padahal sudah saya rencanakan jauh-jauh hari sebelumnya,” ucap Antonio Fatiguso, pewarta asal Italia di Beijing, yang batal ke Bali tanpa menyebutkan alasannya itu.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler


