Kamis, 14 Mei 2026

Presiden Jokowi: Diperlukan Upaya Maksimal Pelihara Kesatuan dan Sentralitas Asean

Penulis : Novy Lumanauw
11 Nov 2022 | 16:39 WIB
BAGIKAN
Presiden Jokowi didampingi Menlu Retno usai menghadiri dan menjadi pembicara pada KTT Asean di Kamboja, Jumat (11/11/2022)
Presiden Jokowi didampingi Menlu Retno usai menghadiri dan menjadi pembicara pada KTT Asean di Kamboja, Jumat (11/11/2022)

PHNOM PENH, Investor.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan negara-negara anggota Asean perlu mengupayakan usaha optimal untuk memelihara kesatuan dan sentralitas Asean.

Apalagi kini, Asean sedang menghadapi dua tantangan   berat, yaitu tantangan eksternal terkait upaya Asean menavigasi rivalitas kekuatan besar yang semakin tajam. Sedangkan tantangan internal adalah bagaimana memastikan Asean tetap relevan dan patuh terhadap piagam Asean, serta menyelesaikan krisis di Myanmar.

“Semua tantangan ini hanya dapat dihadapi, jika Asean bersatu dan kuat. Pertanyaannya, apakah kita masing-masing sudah berupaya semaksimal mungkin untuk memelihara kesatuan dan sentralitas Asean? Saya tidak ingin kesatuan dan sentralitas Asean hanya jadi mantra kosong,” kata Kepala Negara saat berpidato pada Sidang Pleno KTT Asean ke-40 di Hotel Sokha, Phnom Penh, Kamboja, Jumat (11/11/2022).

ADVERTISEMENT

Menurut Jokowi, para pemimpin Asean harus memaknainya secara konkret karena kredibilitas dan relevansi Asean bergantung pada kesatuan dan sentralitas Asean. Ada tiga hal penting yang disampaikan Presiden Jokowi pada sesi pleno itu.

Pertama, Presiden Jokowi mendorong untuk menjalankan Piagam Asean seutuhnya. Piagam Asean harus menjadi pegangan untuk bergerak maju. Dan, Piagam Asean harus diterapkan dalam satu keutuhan dan tidak tebang pilih.

“Piagam Asean harus menjadi dasar pengambilan keputusan dalam situasi darurat, termasuk situasi di Myanmar. Jika Asean gagal ambil langkah maka kredibilitas Asean dipertaruhkan,” jelas Presiden Jokowi.

Kedua, Presiden Jokowi secara konsisten terus mendorong penguatan kapasitas dan efektivitas kelembagaan Asean. Menurut Presiden, dalam 20 tahun ke depan, tantangan yang kita hadapi akan semakin berat. Hal tersebut harus dijadikan momentum untuk berbenah dan perkuat institusi dan kapasitas Asean.

“Kita harus tetapkan Asean 2045 yang lebih adaptif, responsif, dan berdaya saing. Asean harus mampu merespon dinamika ini agar tetap relevan. Saya harap Gugus Tugas Tingkat Tinggi (HLTF) dapat menyampaikan rekomendasi mengenai Asean 2045 dan penguatan institusi Asean,” ujar Presiden Jokowi.

Ketiga,  adalah memperkuat peran Asean dalam mewujudkan kawasan yang tangguh. Ketangguhan Asean akan dinilai dari cara Asean membangun ketahanan pangan dan energi, kemandirian kesehatan, hingga stabilitas keuangan kawasan.

“Konsep kerja sama dalam bidang-bidang tersebut harus jelas dan terus diperkuat. Asean harus menjadi agenda-setter dalam memajukan prioritas-prioritas tersebut,” kata Presiden.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi secara khusus mengajak para pemimpin negara-negara Asean untuk membuktikan kepada rakyat Asean dan dunia, bahwa Asean matters tetap relevan.

“Tetap menjadi jangkar stabilitas kawasan dan tetap menjadi pusat pertumbuhan kawasan dan dunia. Asean matters, epicentrum of growth,” kata Presiden Jokowi.

Hadir pada kesempatan itu,  Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 57 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia