Menu
Sign in
@ Contact
Search
Suasana gedung Evergrande Center di Shanghai, Tiongkok, pada 22 September 2021. (Foto: HECTOR RETAMAL / AFP)

Suasana gedung Evergrande Center di Shanghai, Tiongkok, pada 22 September 2021. (Foto: HECTOR RETAMAL / AFP)

Pengembang Evergrande Tiongkok Jual Tanah US$ 1 Miliar untuk Bayar Utang

Senin, 28 Nov 2022 | 19:39 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

BEIJING, investor.id – Raksasa properti Tiongkok Evergrande telah menjual tanah yang sebelumnya dialokasikan untuk kantor pusatnya di pusat teknologi selatan Shenzhen seharga US$ 1 miliar, menurut sebuah dokumen resmi. Perusahaan kini berjuang untuk bertahan hidup dan dana penjualan akan digunakan untuk membayar utang.

Raksasa real estat itu telah terlibat dalam negosiasi restrukturisasi setelah mengumpulkan kewajiban sebesar US$ 300 miliar, menyusul tindakan keras pemerintah terhadap utang yang berlebihan dan spekulasi yang merajalela di sektor properti.

Tanah seluas 10.377 meter persegi di Distrik Nanshan dijual ke Shenzhen Anhe No. 1 Real Estate Development Co. seharga 7,5 miliar yuan, menurut catatan transaksi tanah yang diterbitkan oleh Pusat Pertukaran Sumber Daya Publik kota.

Baca juga: Kendaraan Listrik Evergrande Tiongkok Mulai Produksi Massal

Advertisement

Evergrande telah bergegas untuk melepas aset dalam beberapa bulan terakhir dan situasi keuangannya semakin memburuk sejak tahun lalu.

Masalahnya adalah simbol dari krisis yang beriak di seluruh sektor properti Tiongkok yang besar. Perusahaan-perusahaan kecil juga gagal membayar pinjaman dan lainnya berjuang untuk mengumpulkan uang tunai, setelah pemerintah Tiongkok memberlakukan pembatasan pinjaman yang meluas pada 2020.

Developer besar termasuk Evergrande gagal menyelesaikan proyek, memicu boikot hipotek dan protes dari pembeli rumah.

Regulator perbankan Tiongkok pada awal bulan ini meluncurkan langkah-langkah besar untuk mendukung sektor properti. Di antaranya dukungan kredit untuk pengembang yang dalam kesulitan membayar utang, untuk memastikan penyelesaian dan penyerahan proyek kepada pemilik rumah.

Di awal November perusahaan juga telah menjual sebidang bangunan di pinggiran Hong Kong untuk menutupi beberapa utang besar perusahaan, menurut pengajuan perusahaan.

Baca juga: Evergrande Berniat Jual Proyek Belum Rampung US$ 575 Juta

Plot yang belum dikembangkan di distrik perbatasan Yuen Long dijual hampir US$ 637 juta. Evergrande memperkirakan kerugian sekitar US$ 770 juta atas tanah tersebut, menurut pernyataan yang diajukan di bursa saham Hong Kong.

“Hasil penjualan tersebut akan digunakan untuk membayar kewajiban keuangan perusahaan sehubungan dengan proyek tersebut,” kata Evergrande saat itu.

Raksasa itu awalnya akan mengungkap rencana restrukturisasi pada Juli, tetapi pengumuman itu ditunda hingga tanggal yang tidak ditentukan.

Perdagangan saham Evergrande yang terdaftar di Hong Kong telah ditangguhkan sejak akhir Maret.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com