Pengembang Evergrande Tiongkok Jual Tanah US$ 1 Miliar untuk Bayar Utang
BEIJING, investor.id – Raksasa properti Tiongkok Evergrande telah menjual tanah yang sebelumnya dialokasikan untuk kantor pusatnya di pusat teknologi selatan Shenzhen seharga US$ 1 miliar, menurut sebuah dokumen resmi. Perusahaan kini berjuang untuk bertahan hidup dan dana penjualan akan digunakan untuk membayar utang.
Raksasa real estat itu telah terlibat dalam negosiasi restrukturisasi setelah mengumpulkan kewajiban sebesar US$ 300 miliar, menyusul tindakan keras pemerintah terhadap utang yang berlebihan dan spekulasi yang merajalela di sektor properti.
Tanah seluas 10.377 meter persegi di Distrik Nanshan dijual ke Shenzhen Anhe No. 1 Real Estate Development Co. seharga 7,5 miliar yuan, menurut catatan transaksi tanah yang diterbitkan oleh Pusat Pertukaran Sumber Daya Publik kota.
Evergrande telah bergegas untuk melepas aset dalam beberapa bulan terakhir dan situasi keuangannya semakin memburuk sejak tahun lalu.
Masalahnya adalah simbol dari krisis yang beriak di seluruh sektor properti Tiongkok yang besar. Perusahaan-perusahaan kecil juga gagal membayar pinjaman dan lainnya berjuang untuk mengumpulkan uang tunai, setelah pemerintah Tiongkok memberlakukan pembatasan pinjaman yang meluas pada 2020.
Developer besar termasuk Evergrande gagal menyelesaikan proyek, memicu boikot hipotek dan protes dari pembeli rumah.
Regulator perbankan Tiongkok pada awal bulan ini meluncurkan langkah-langkah besar untuk mendukung sektor properti. Di antaranya dukungan kredit untuk pengembang yang dalam kesulitan membayar utang, untuk memastikan penyelesaian dan penyerahan proyek kepada pemilik rumah.
Di awal November perusahaan juga telah menjual sebidang bangunan di pinggiran Hong Kong untuk menutupi beberapa utang besar perusahaan, menurut pengajuan perusahaan.
Plot yang belum dikembangkan di distrik perbatasan Yuen Long dijual hampir US$ 637 juta. Evergrande memperkirakan kerugian sekitar US$ 770 juta atas tanah tersebut, menurut pernyataan yang diajukan di bursa saham Hong Kong.
“Hasil penjualan tersebut akan digunakan untuk membayar kewajiban keuangan perusahaan sehubungan dengan proyek tersebut,” kata Evergrande saat itu.
Raksasa itu awalnya akan mengungkap rencana restrukturisasi pada Juli, tetapi pengumuman itu ditunda hingga tanggal yang tidak ditentukan.
Perdagangan saham Evergrande yang terdaftar di Hong Kong telah ditangguhkan sejak akhir Maret.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler

