Mendag: AS Tak Berniat Putus Hubungan Ekonomi dari Tiongkok
WASHINGTON, investor.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan terus menekan Tiongkok untuk mengatasi praktik ekonomi yang menimbulkan kerugian bagi perusahaan AS. Tetapi pihaknya tidak bermaksud untuk memutuskan hubungan ekonomi dengan negara Asia itu, kata Menteri Perdagangan (Mendag) AS Gina Raimondo.
Meski mengecam pemerintah Tiongkok atas dukungan finansial besar-besaran kepada perusahaan-perusahaan Tiongkok, berikut dugaan pencurian kekayaan intelektual AS, Raimondo melontarkan komentar yang tegas dalam pidatonya di Massachusetts Institute of Technology. “Kami tidak berusaha dengan cara apa pun untuk memisahkan ekonomi kami dari ekonomi Tiongkok,” tukasnya, dilansir dari Antara Kamis (1/12).
“Kami ingin mempromosikan perdagangan dan investasi di bidang yang tidak mengancam keamanan nasional atau nilai-nilai hak asasi manusia kami,” ujarnya.
Raimondo mencatat bahwa Tiongkok adalah pasar ekspor terbesar ketiga AS dan ekspor tersebut secara langsung mendukung 750.000 pekerjaan di AS.
Pada konferensi pers di Bucharest, Rumania, Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken juga menegaskan kembali posisi pemerintahnya yang tidak ingin memisahkan ekonomi AS dari Tiongkok. “Dan tidak ingin berkonflik dengan Tiongkok karena persaingan yang kian tajam di bidang militer, ekonomi, teknologi, dan bidang lainnya” katanya.
Pernyataan para pejabat AS itu disampaikan ketika pemerintahan Presiden AS Joe Biden terus memperketat pembatasan akses Tiongkok ke teknologi mutakhir seperti semikonduktor.
Pada Oktober, Departemen Perdagangan AS meluncurkan serangkaian kendali ekspor pada produk chip canggih tertentu yang dapat digunakan oleh Tiongkok untuk melatih sistem kecerdasan buatan (AI) dan menjalankan aplikasi mutakhir di bidang militer dan pengawasan.
Raimondo mengatakan bahwa selama 50 tahun terakhir, AS berkomitmen pada gagasan bahwa keterlibatan ekonomi dengan Tiongkok akan melayani kepentingan bersama. Pertama sebagai penyeimbang Uni Soviet, katanya, dan kemudian sebagai pintu gerbang menuju kemitraan politik dan ekonomi yang lebih erat.
“Tapi sekarang, jelas bahwa Tiongkok mengambil jalan yang berbeda,” kelas menteri perdagangan tersebut.
Raimondo mengatakan aspek yang mungkin paling mengganggu dari Tiongkok adalah percepatan upayanya untuk menyatukan kebijakan ekonomi dan teknologi dengan ambisi militernya.
Pihak AS bermitra dengan para sekutunya untuk memajukan nilai-nilai bersama dan membentuk lingkungan strategis. “Di mana Tiongkok beroperasi (termasuk melalui kelompok-kelompok seperti Quad),” kata Mendag AS itu.
Quad adalah kemitraan antara AS dan tiga negara besar lain di kawasan Indo Pasifik yakni Jepang, Australia, dan India.
Sementara itu, Blinken mengatakan dalam wawancara dengan CNN di Rumania bahwa tujuan utama dari rencana perjalanannya ke Tiongkok awal tahun depan adalah untuk melanjutkan komunikasi kedua negara setelah pertemuan antara Presiden Biden dan Presiden Tiongkok Xi Jinping baru-baru ini di Bali, Indonesia.
Dua negara ekonomi terbesar di dunia itu tidak hanya diharapkan dapat mengelola hubungan mereka secara bertanggung jawab, tetapi juga menjajaki kerja sama di bidang apa pun yang memungkinkan, katanya.
“Terserah pada Tiongkok untuk memutuskan apakah ingin berpartisipasi dalam kerja sama semacam itu pada hal-hal penting seperti iklim, kesehatan global, dan lingkungan makroekonomi tempat kita semua hidup, saat kita mencoba mengatasi Covid-19 dan mengejar pemulihan ekonomi,” kata Blinken, menurut transkrip yang dirilis Departemen Luar Negeri AS.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

