Jumat, 15 Mei 2026

Uni Eropa Patok Harga Minyak Rusia di US$ 60 per Barel

Penulis : Fajar Widhiyanto
3 Des 2022 | 18:09 WIB
BAGIKAN
Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov (tengah) berbicara dengan Menlu Singapura Vivian Balakrishnan (kiri) dan Menlu Indonesia Retno Marsudi (kanan) pada Pertemuan Menlu Asean ke-55 di Phnom Penh, Kamboja pada 5 Agustus 2022. (FOTO: Tang Chhin Sothy / AFP)
Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov (tengah) berbicara dengan Menlu Singapura Vivian Balakrishnan (kiri) dan Menlu Indonesia Retno Marsudi (kanan) pada Pertemuan Menlu Asean ke-55 di Phnom Penh, Kamboja pada 5 Agustus 2022. (FOTO: Tang Chhin Sothy / AFP)

JAKARTA, Investor.id - Uni Eropa setuju untuk membatasi harga minyak Rusia di angka US$60 per barel. Keputusan ini membuka jalan bagi kesepakatan Kelompok Tujuh yang lebih luas, demikian seorang diplomat Polandia yang dikutip Bloomberg, Sabtu (3/12/2022).

Penetapan harga ini lebih tinggi ketimbang angka yang digunakan Rusia untuk menjual sebagian besar minyak mentahnya. Kebijakan tersebut diambil karena salah satu tujuan utama dari tindakan tersebut adalah untuk menjaga aliran minyak Rusia ke pasar global. Namun sejatinya angka ini sedikit lebih pelit dibanding proposal sebelumnya yang diwarnai tekanan dari Polandia dan negara-negara Baltik.

Setelah negosiasi panjang, negara-negara tersebut berhasil mengamankan persyaratan tambahan yang ditujukan untuk menghukum Moskow atas invasinya ke Ukraina, termasuk mekanisme yang memungkinkan revisi harga setiap dua bulan.

Ada juga rencana untuk memastikan setiap pengaturan ulang batas harga, akan ditetapkan minimal 5% di bawah rata-rata harga pasar. Dan saat ini para diplomat tengah menunggu reaksi Kremlin.

ADVERTISEMENT

Para diplomat memang telah berusaha untuk menemukan tingkat harga yang cukup menarik bagi Moskow agar tetap berkenan memasok minyaknya ke pasar. Jika berada di atas harga pasar seperti yang terjadi saat ini, Rusia dan pembelinya dapat berargumen bahwa transaksi dilakukan sebatas bisnis seperti biasa. Sementara itu sebelumnya pada Kamis (1/12/2022) Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyebutkan bahwa tingkat batas harga yang ditetapkan Uni Eropa tidaklah relevan.

Ada risiko dalam upaya penetapan batas harga jual minyak mentah Rusia. Jika harga yang ditetapkan terlalu rendah, maka Moskow dapat menjadikannya ancaman untuk menghentikan produksi, yang pada ujungnya justru akan mengerek naik harga minyak dunia.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 18 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia