Jumat, 15 Mei 2026

Sesi Pagi Pasar Asia Bergerak Mixed di Awal Pekan

Penulis : Grace El Dora
5 Des 2022 | 08:04 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi saham Asia. (FOTO: KAZUHIRO NOGI / AFP)
Ilustrasi saham Asia. (FOTO: KAZUHIRO NOGI / AFP)

TOKYO, investor.id – Sesi pagi saham di Asia Pasifik diperdagangkan bervariasi pada Senin (5/12) menjelang hasil Indeks Manajer Pembelian Caixin, kata sebuah survei swasta tentang aktivitas jasa Tiongkok.

Nikkei 225 di Jepang turun 0,14% dan Topix tergelincir 0,2%. Di Australia, S&P/ ASX 200 naik 0,29%.

Kospi Korea Selatan hampir datar, dan Kosdaq menambahkan 0,44%. Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,21%.

Bursa saham Thailand ditutup untuk libur Senin.

ADVERTISEMENT

Akhir pekan ini, bank sentral Australia (RBA) akan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya. Ekonomi di kawasan ini dijadwalkan untuk merilis data indeks harga konsumen (CPI).

Pasar keuangan Tiongkok akan berhenti selama tiga menit pada Selasa (6/12) sebagai bagian dari perkabungan untuk mantan presiden Jiang Zemin yang meninggal pada 30 November 2022.

Di Amerika Serikat (AS) pada Jumat, saham jatuh setelah laporan pekerjaan yang kuat. Tetapi pasar kemudian fokus pada kemungkinan prospek melambatnya laju suku bunga Federal Reserve (Fed) dan indeks utama ditutup sedikit lebih rendah akhir pekan lalu.

Minyak Berjangka Naik OPEC+ Bertahan

Minyak berjangka naik setelah negara-negara pengekspor minyak dan sekutunya (OPEC+) setuju untuk tetap berpegang pada kebijakan yang ada, untuk mengurangi produksi minyak menjelang sanksi Rusia.

Batas harga yang disepakati Uni Eropa (UE) sebesar US$ 60 untuk minyak Rusia mulai berlaku Senin, meskipun para ekonom di National Bank of Australia mengatakan tidak jelas apa dampaknya terhadap ekspor Rusia dan bagaimana Rusia akan merespons.

Secara terpisah, harga minyak terangkat karena laporan terbaru yang menandakan Tiongkok semakin melonggarkan pembatasan Covid-19.

Minyak mentah Brent berjangka, berdiri di US$ 87,53 per barel, naik 2,29% di jam Asia sementara West Texas Intermediate berjangka AS, diperdagangkan di US$ 81,78 per barel, naik lebih dari 2,2%.

Payroll AS Melonjak 263.000 November

Pertumbuhan pekerjaan lebih kuat dari yang diharapkan pada November meskipun upaya Fed untuk mendinginkan pasar tenaga kerja.

Nonfarm payrolls tumbuh 263.000 bulan lalu sementara tingkat pengangguran tidak berubah di 3,7%, menurut Departemen Tenaga Kerja pada Jumat (2/12).

Angka penggajian diperkirakan akan melonjak 200.000 lebih banyak pekerjaan, menurut perkiraan konsensus dari Dow Jones. Tingkat pengangguran diperkirakan akan tetap di 3,7%.

Saham berjangka turun setelah rilis payroll tersebut.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 19 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia