Jumat, 15 Mei 2026

Tiongkok Longgarkan Aturan Tes Covid-19 Setelah Protes Massal

Penulis : Grace El Dora
5 Des 2022 | 12:03 WIB
BAGIKAN
Orang-orang menunggu dalam antrean panjang untuk dites virus corona Covid-19 di tempat tes asam nukleat terbuka, karena banyak stasiun pengujian ditutup di Beijing, Tiongkok pada 3 Desember 2022. (Foto: Jade GAO / AFP)
Orang-orang menunggu dalam antrean panjang untuk dites virus corona Covid-19 di tempat tes asam nukleat terbuka, karena banyak stasiun pengujian ditutup di Beijing, Tiongkok pada 3 Desember 2022. (Foto: Jade GAO / AFP)

BEIJING, investor.id – Bisnis dibuka kembali dan persyaratan tes Covid-19 dilonggarkan di Beijing dan kota-kota Tiongkok lainnya pada Senin (5/12). Pemerintah negara itu secara tentatif melonggarkan kebijakan ketat nol kasus Covid-19 yang memicu protes massal.

Otoritas lokal di seluruh Tiongkok telah mulai mengembalikan arah kebijakan pembatasan secara perlahan, yang telah mengatur kehidupan sehari-hari masyarakat selama bertahun-tahun. Ini didorong oleh perintah pemerintah pusat untuk pendekatan baru dalam memerangi pandemi virus corona.

Di ibu kota Beijing, di mana banyak bisnis telah dibuka kembali, para penumpang mulai Senin tidak lagi diharuskan menunjukkan tes virus dengan hasil negatif yang diambil dalam waktu 48 jam untuk menggunakan transportasi umum.

ADVERTISEMENT

Pusat keuangan Shanghai sempat mengalami lockdown brutal selama dua bulan. Namun kini Shanghai berada di bawah aturan yang sama, sehingga penduduk dapat memasuki tempat-tempat di luar ruangan seperti taman dan tempat wisata tanpa tes baru-baru ini.

Tetangga Hangzhou melangkah lebih jauh, mengakhiri tes massal reguler untuk 10 juta orangnya, kecuali mereka yang tinggal di atau mengunjungi panti jompo, sekolah, dan taman kanak-kanak.

Di Urumqi barat laut Tiongkok, di mana kebakaran yang menewaskan 10 orang menjadi pemicu protes anti lockdown baru-baru ini, supermarket, hotel, restoran, dan resor ski dibuka kembali.

Kota berpenduduk lebih dari empat juta orang di wilayah Xinjiang barat jauh mengalami salah satu lockdown terlama di Tiongkok, dengan beberapa daerah ditutup dari Agustus hingga November.

Pihak berwenang di Wuhan, tempat virus corona pertama kali terdeteksi pada akhir 2019, dan Shandong membatalkan persyaratan tes Covid-19 untuk angkutan umum pada Minggu (4/12).

Zhengzhou, rumah bagi pabrik iPhone terbesar di dunia, mengatakan orang akan diizinkan memasuki tempat umum, menggunakan transportasi umum, dan memasuki kompleks perumahan mereka tanpa hasil tes negatif selama 48 jam.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendukung pelonggaran kebijakan nol kasus Covid-19 Tiongkok. Pelonggaran ini juga berlaku setelah setelah ratusan orang turun ke jalan di seluruh negeri, menyerukan kebebasan politik yang lebih besar dan diakhirinya lockdown.

Sementara beberapa aturan Covid-19 telah dilonggarkan, aparat keamanan Tiongkok yang besar telah bergerak cepat untuk meredam aksi unjuk rasa lebih lanjut, meningkatkan sensor daring dan pengawasan terhadap penduduk.

Sementara otoritas telah membongkar sejumlah fasilitas tes, antrean panjang masih muncul di sekitar fasilitas yang tersisa. Akibatnya, sejumlah penduduk menunggu dalam suhu dingin untuk mendapatkan tes yang tetap wajib di sebagian besar wilayah negara tersebut.

“Siswa tidak dapat pergi ke sekolah tanpa tes negatif 24 jam. Apa gunanya menutup bilik tes sebelum membatalkan kebutuhan untuk menunjukkan hasil tes sepenuhnya?” tulis seorang pengguna di media sosial Weibo yang mirip Twitter di Tiongkok.

Otoritas Tiongkok pada Senin melaporkan 29.724 kasus Covid-19 baru di dalam negeri.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia