Korut Perintahkan Penembakan Artileri Baru, Tanggapi Latihan Militer Korsel
SEOUL, investor.id – Militer Korea Utara (Korut) mengatakan telah memerintahkan unit-unit garis depan untuk melakukan tembakan artileri ke laut selama dua hari berturut-turut. Ini akan menjadi tanggapan atas latihan tembakan langsung Korea Selatan (Korsel) di wilayah perbatasan pedalaman.
Pernyataan Staf Umum Tentara Rakyat Korut itu dikeluarkan sehari setelah negara tersebutmenembakkan sekitar 130 peluru artileri ke perairan dekat perbatasan laut barat dan timurnya dengan Korsel, dalam aksi militer terbaru yang meningkatkan ketegangan di antara kedua rival itu.
Seorang juru bicara militer Korut yang tidak disebutkan namanya mengatakan rencana penembakan artileri pada Selasa (6/12) dimaksudkan sebagai peringatan kepada Korsel, setelah Korut mendeteksi tanda-tanda latihan artileri Korsel di wilayah perbatasan.
Tentara Korsel sedang melakukan latihan tembakan langsung yang melibatkan beberapa sistem peluncuran roket dan howitzer di dua tempat uji coba terpisah di wilayah Cheorwon. Uji coba itu dimulai pada Senin (5/12) dan akan berlanjut hingga Rabu (7/12).
Militer Korut mengatakan pada Senin bahwa mereka menginstruksikan unit pantai barat dan timur untuk menembakkan artileri sebagai peringatan, segera setelah mendeteksi puluhan proyektil Korsel yang terbang ke tenggara dari wilayah Cheorwon.
Kepala Staf Gabungan Korsel mengatakan peluru-peluru Korut jatuh di sisi utara zona penyangga yang dibuat berdasarkan perjanjian antar-Korea 2018 untuk mengurangi ketegangan militer. Pihaknya juga mendesak Korut untuk mematuhi perjanjian tersebut.
Ini adalah pertama kalinya Korut menembakkan senjata ke zona penyangga maritim sejak 3 November, ketika sekitar 80 peluru artileri mendarat di sisi zona Korut di lepas pantai timurnya.
Namun sebelum itu, Korut sudah menembakkan puluhan rudal saat meningkatkan demonstrasi senjatanya ke rekor kecepatan tahun ini. Termasuk beberapa uji coba sistem rudal balistik antarbenua (ICBM) yang berpotensi mampu menjangkau jauh ke daratan Amerika Serikat (AS), serta rudal jarak menengah yang diluncurkan di atas Jepang.
Korut juga telah melakukan serangkaian peluncuran jarak pendek yang digambarkannya sebagai simulasi serangan nuklir terhadap target Korsel dan AS. Pihaknya beralasan peluncuran rudal itu sebagai reaksi kemarahan terhadap perluasan latihan militer bersama AS-Korsel yang dipandang Korut sebagai latihan untuk potensi serangan.
Para ahli mengatakan otoritas Korut berharap untuk menegosiasikan konsesi ekonomi dan keamanan dari posisi yang kuat dan memaksa AS untuk menerimanya sebagai tenaga nuklir. Para pejabat Korsel mengatakan Korut mungkin akan segera melakukan uji coba nuklir pertamanya sejak 2017.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now


