Jumat, 15 Mei 2026

Pakar Ingatkan Covid-19 Belum Berakhir

Penulis : Grace El Dora
10 Des 2022 | 11:21 WIB
BAGIKAN
Sejumlah warga mengantre tes PCR massal di salah satu kompleks permukiman Distrik Chaoyang, Beijing, Tiongkok pada 29 November 2022. (Foto: ANTARA/M. Irfan Ilmie)
Sejumlah warga mengantre tes PCR massal di salah satu kompleks permukiman Distrik Chaoyang, Beijing, Tiongkok pada 29 November 2022. (Foto: ANTARA/M. Irfan Ilmie)

BEIJING, investor.id – Pakar penyakit menular yang menyerang saluran pernapasan atas ternama di Tiongkok Prof. Zhong Nanshan mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir. Namun ia juga menekankan bahwa patogen varian Omicron sudah sangat berkurang.

“Untuk mengevaluasi situasi yang disebabkan oleh Omicron dengan benar, kami tidak dapat sepenuhnya menggunakan metode yang sama dua tahun lalu,” kata Zhong saat berbicara pada konferensi akademik nasional tentang penyakit pernapasan, baru-baru ini.

“Virus menjadi sangat menular, tetapi patogenisitas telah sangat berkurang,” ujar dokter spesialis paru-paru yang menemukan virus SARS pada 2003 itu.

ADVERTISEMENT

Ia menganggap Omicron tidak mengerikan karena 99% orang yang terinfeksi bisa sembuh dalam jangka waktu tujuh hingga 10 hari.

Penyebaran gelombang kedua Omicron di China, sambung dia, sangat cepat dan risiko gejala sisanya berkurang signifikan dibandingkan dengan varian Delta.

Menurut dia, masalah pasca pemulihan sebenarnya dipengaruhi oleh kondisi psikologi sosial yang masih perlu dicermati lebih jauh dari perspektif klinis yang ketat.

“Dan kita harus melihatnya secara objektif,” kata Zhong sebagaimana dikutip chinanews.com, Sabtu (10/12).

Terkait dengan kebijakan terbaru anti pandemi yang dikeluarkan oleh Dewan Pemerintahan, dia menyarankan agar diimplementasikan dengan baik dan lebih ditekankan pada pasien yang parah.

“Selanjutnya kita harus lebih memperkuat vaksinasi. Pemerintah harus fokus pada imunisasi kalangan (lanjut usia) lansia, kelompok rentan, staf medis, serta mempercepat persetujuan vaksin semprot dan vaksin isap,” katanya dalam wawancara dengan CCTV, media penyiaran resmi Tiongkok.

Pakar kesehatan berusia 86 tahun itu menyebutkan bahwa hingga 28 November 2022, rasio kasus Covid-19 di Tiongkok adalah satu berbanding 374 rata-rata global, dengan angka kematian satu berbanding 232 rata-rata global.

Oleh karenanya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis bahwa strategi pencegahan dan pengendalian Covid-19 di empat negara, Tiongkok termasuk yang terbaik, ujar Zhong.

Sejak awal pekan ini, pemerintah Tiongkok mengeluarkan serangkaian kebijakan yang lebih longgar dalam penerapan protokol kesehatan anti pandemi setelah gejolak sosial meletus di berbagai kota.

Tiongkok satu-satunya negara yang menerapkan kebijakan nol kasus Covid-19.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia