Pakar Ingatkan Covid-19 Belum Berakhir
BEIJING, investor.id – Pakar penyakit menular yang menyerang saluran pernapasan atas ternama di Tiongkok Prof. Zhong Nanshan mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir. Namun ia juga menekankan bahwa patogen varian Omicron sudah sangat berkurang.
“Untuk mengevaluasi situasi yang disebabkan oleh Omicron dengan benar, kami tidak dapat sepenuhnya menggunakan metode yang sama dua tahun lalu,” kata Zhong saat berbicara pada konferensi akademik nasional tentang penyakit pernapasan, baru-baru ini.
“Virus menjadi sangat menular, tetapi patogenisitas telah sangat berkurang,” ujar dokter spesialis paru-paru yang menemukan virus SARS pada 2003 itu.
Ia menganggap Omicron tidak mengerikan karena 99% orang yang terinfeksi bisa sembuh dalam jangka waktu tujuh hingga 10 hari.
Penyebaran gelombang kedua Omicron di China, sambung dia, sangat cepat dan risiko gejala sisanya berkurang signifikan dibandingkan dengan varian Delta.
Menurut dia, masalah pasca pemulihan sebenarnya dipengaruhi oleh kondisi psikologi sosial yang masih perlu dicermati lebih jauh dari perspektif klinis yang ketat.
“Dan kita harus melihatnya secara objektif,” kata Zhong sebagaimana dikutip chinanews.com, Sabtu (10/12).
Terkait dengan kebijakan terbaru anti pandemi yang dikeluarkan oleh Dewan Pemerintahan, dia menyarankan agar diimplementasikan dengan baik dan lebih ditekankan pada pasien yang parah.
“Selanjutnya kita harus lebih memperkuat vaksinasi. Pemerintah harus fokus pada imunisasi kalangan (lanjut usia) lansia, kelompok rentan, staf medis, serta mempercepat persetujuan vaksin semprot dan vaksin isap,” katanya dalam wawancara dengan CCTV, media penyiaran resmi Tiongkok.
Pakar kesehatan berusia 86 tahun itu menyebutkan bahwa hingga 28 November 2022, rasio kasus Covid-19 di Tiongkok adalah satu berbanding 374 rata-rata global, dengan angka kematian satu berbanding 232 rata-rata global.
Oleh karenanya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis bahwa strategi pencegahan dan pengendalian Covid-19 di empat negara, Tiongkok termasuk yang terbaik, ujar Zhong.
Sejak awal pekan ini, pemerintah Tiongkok mengeluarkan serangkaian kebijakan yang lebih longgar dalam penerapan protokol kesehatan anti pandemi setelah gejolak sosial meletus di berbagai kota.
Tiongkok satu-satunya negara yang menerapkan kebijakan nol kasus Covid-19.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler



