Tiongkok Tambah RS dan ICU di Tengah Lonjakan Covid-19
BEIJING, investor.id – Tiongkok menghadapi lonjakan kasus Covid-19, memaksa otoritas untuk membangun lebih banyak fasilitas perawatan intensif (ICU) dan berusaha memperkuat rumah sakit. Sebelumnya, pemerintah membatalkan kontrol antivirus yang mengurung jutaan orang di rumah mereka, menghancurkan pertumbuhan ekonomi dan memicu protes.
Pemerintahan Presiden Tiongkok Xi Jinping secara resmi berkomitmen untuk menghentikan penularan virus, menjadi negara besar terakhir yang mencoba. Tetapi langkah terbaru menunjukkan Partai Komunis yang berkuasa akan mentolerir lebih banyak kasus tanpa karantina atau menutup perjalanan atau bisnis karena menghentikan strategi “nol kasus Covid-19”.
Rapat Kabinet pada Kamis (8/12) menyerukan mobilisasi penuh rumah sakit, termasuk menambah staf untuk memastikan “efektivitas tempur” mereka dan meningkatkan pasokan obat, kata media pemerintah. Pejabat diminta untuk melacak kesehatan semua orang di daerah mereka yang berusia 65 tahun ke atas.
Tidak jelas berapa banyak jumlah infeksi yang meningkat sejak Beijing mengakhiri tes wajib sekali sehari di banyak daerah, pekan lalu. Tetapi wawancara dan akun media sosial mengatakan ada wabah di bisnis dan sekolah di seluruh negeri. Beberapa restoran dan bisnis lain tutup karena terlalu banyak karyawan yang sakit.
Situs pengujian virus di lingkungan Runfeng Shuishang, Beijing ditutup karena semua karyawannya terinfeksi. “Harap bersabar,” kata pemerintah setempat pada Sabtu (10/12) di akun media sosialnya.
Jumlah kasus secara resmi turun, tetapi itu tidak lagi mencakup sebagian besar populasi setelah pengujian wajib berakhir Rabu (7/12) di banyak daerah. Itu adalah bagian dari perubahan dramatis yang mengonfirmasi bahwa Tiongkok mencoba secara bertahap untuk bergabung dengan negara lain yang mengakhiri perjalanan dan pembatasan lainnya, serta mencoba hidup dengan virus.
Pada Minggu (11/12), pemerintah melaporkan 10.815 kasus baru, termasuk 8.477 tanpa gejala. Itu pada dasarnya seperempat dari puncak harian minggu sebelumnya di atas 40.000, tetapi hanya mewakili orang yang dites setelah dirawat di rumah sakit atau untuk pekerjaan di sekolah dan tempat berisiko tinggi lainnya.
Tingkatkan Kapasitas
Provinsi Shaanxi di barat telah menyisihkan 22.000 tempat tidur rumah sakit untuk Covid-19 dan siap meningkatkan kapasitas perawatan intensifnya 20% dengan mengubah tempat tidur lain, lapor jaringan berita Shanghai The Paper mengutip pejabat komisi kesehatan provinsi Yun Chunfu.
Yun mengatakan kota-kota mempercepat peningkatan rumah sakit untuk pasien yang sakit kritis.
“Setiap kota diharuskan menunjuk rumah sakit dengan kekuatan komprehensif yang kuat dan tingkat perawatan yang tinggi (untuk kasus Covid-19)”, kata Yu seperti dikutip pada konferensi pers.
Tiongkok memiliki 138.000 tempat tidur perawatan intensif, kata Direktur Umum Biro Administrasi Medis Komisi Kesehatan Nasional Jiao Yahui, Jumat. Itu kurang dari satu untuk setiap 10.000 orang.
Sumber daya kesehatan didistribusikan secara tidak merata. Tempat tidur rumah sakit terkonsentrasi di Beijing, Shanghai, dan kota-kota lain di pantai timur yang makmur. Pernyataan Kabinet Kamis mengatakan kepada para pejabat untuk memastikan daerah pedesaan memiliki akses yang adil untuk perawatan dan obat-obatan.
Kontrol Tiongkok menjaga tingkat infeksi tetap rendah, tetapi menghancurkan pertumbuhan ekonomi yang sudah lemah dan memicu keluhan tentang meningkatnya biaya manusia. Jumlah kematian resmi adalah 5.235, dibandingkan dengan 1,1 juta di Amerika Serikat (AS).
Jumlah total kasus resmi Tiongkok sebesar 363.072 naik hampir 50% dari level 1 Oktober, setelah wabah merebak di seluruh negeri.
Pakar kesehatan dan ekonom mengatakan kebijakan “nol Covid” kemungkinan akan bertahan setidaknya hingga pertengahan 2023, karena jutaan orang lanjut usia perlu divaksinasi sebelum pembatasan yang membuat sebagian besar pengunjung keluar dari Tiongkok dicabut.
Pemerintah meluncurkan kampanye minggu lalu untuk memvaksinasi orang tua, sebuah proses yang mungkin memakan waktu berbulan-bulan.
Para ahli memperingatkan masih ada kemungkinan partai yang berkuasa akan berbalik arah dan menerapkan kembali pembatasan jika khawatir rumah sakit akan kewalahan.
Sementara itu, para ahli yang dikutip oleh media pemerintah mengimbau masyarakat untuk mengurangi beban rumah sakit dengan merawat kasus Covid-19 ringan di rumah dan menunda perawatan untuk masalah yang kurang serius.
Pasien kini mengantre hingga enam jam untuk masuk ke Fever Clinic (klinik demam). Akun di media sosial mengatakan beberapa rumah sakit menolak pasien dengan masalah yang dianggap tidak cukup serius untuk memerlukan perawatan segera.
“Pergi secara membabi buta ke rumah sakit menghabiskan sumber daya dan mungkin menunda pengobatan untuk kasus serius, mengakibatkan risiko serius”, kata wakil presiden Rumah Sakit Ruijin di Shanghai, Chen Erzhen, kepada The Paper.
“Kami merekomendasikan untuk mencoba mengelola kesehatan di rumah. Tinggalkan sumber daya medis untuk orang yang benar-benar membutuhkan perawatan,” kata Chen.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler



