Jumat, 15 Mei 2026

Saham-saham Inggris, Jerman dan Prancis Berbalik Melemah

Penulis : Indah Handayani
15 Des 2022 | 05:31 WIB
BAGIKAN
ilustrasi bursa Eropa
Sumber: Antara
ilustrasi bursa Eropa Sumber: Antara

LONDON, investor.id – Saham-saham Inggris, Jerman dan Prancis berakhir di wilayah negatif pada perdagangan Rabu waktu setempat (14/12/2022). Berbalik melemah dari kenaikan sehari sebelumnya.

Saham-saham Inggris dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London tergerus 6,96 poin (0,09%) menjadi menetap di 7.495,93 poin.

Indeks FTSE 100 terangkat 56,92 poin (0,76%) menjadi 7.502,89 poin pada Selasa (13/12/2022). Setelah jatuh 30,66 poin (0,41%) menjadi 7.445,97 poin pada Senin (12/12/2022). Menguat 4,46 poin (0,06%) menjadi 7.476,63 poin pada Jumat (9/12/2022).

ADVERTISEMENT

Evraz PLC, perusahaan manufaktur dan pertambangan baja multinasional Inggris yang sebagian dimiliki oleh oligarki Rusia, membukukan kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips dengan harga sahamnya terjungkal 12,59%.

Sedangkan saham-saham Jerman dengan indeks acuan DAX 40 di Bursa Efek Frankfurt terpangkas 37,69 poin (0,26%) menjadi menetap di 14.460,20 poin.

Indeks DAX 40 melambung 191,26 poin (1,34%) menjadi 14.497,89 poin pada Selasa (13/12/2022). Setelah tergerus 64,09 poin (0,45%) menjadi 14.306,63 poin pada Senin (12/12/2022). Naik 106,16 poin (0,74%) menjadi 14.370,72 poin pada Jumat (9/12/2022).

Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks DAX 40, sebanyak 16 saham berhasil mencatat keuntungan, sementara 24 saham lainnya mengalami kerugian.

Infineon Technologies AG, perusahaan manufaktur semikonduktor multinasional Jerman, menjadi top loser di antara saham blue chip dengan harga sahamnya merosot 2,36%.

Sementara itu, saham-saham Prancis dengan indeks acuan CAC 40 di Bursa Efek Paris merosot 14,19 poin (0,21%) menjadi menetap di 6.730,79 poin.

Indeks CAC 40 melonjak 94,43 poin (1,42%) menjadi 6.744,98 poin pada Selasa (13/12/2022). Setelah jatuh 27,09 poin (0,41%) menjadi 6.650.55 poin pada Senin (12/12/2022). Menguat  30,33 poin (0,46%) menjadi 6.677,64 poin pada Jumat (9/12/2022).

Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks CAC 40, sebanyak16 saham berhasil membukukan keuntungan, sementara 24 saham lainnya menderita kerugian.

ArcelorMittal SA, perusahaan manufaktur baja multinasional Prancis yang berkantor pusat di Luxembourg City, menjadi top loser di antara saham blue chips dengan harga sahamnya terperosok 4,35%.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 12 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia