Pasar Asia-Pasifik Melemah Tertekan Meningkatnya Kekhawatiran Resesi
JAKARTA, investor.id - Pasar Asia-Pasifik diperdagangkan melemah pada Senin (19/12/2022). Tertekan meningkatnya kekhawatiran resesi. Setelah saham-saham di Wall Street mencatatkan kerugian dua pekan berturut-turut untuk pertama kalinya sejak September karena khawatir akan Langkah Federal Reserve AS yang terus menaikkan suku bunga.
Baca Juga:
Baru Tahap Awal, Potensi Pertumbuhan Bank Digital masih Besar, Begini Target Saham ARTO dan BBYBDi Tiongkok, para pejabat berjanji untuk menstabilkan ekonominya mempertahankan likuiditas yang cukup di pasar keuangan untuk menerapkan kebijakan fiskal proaktif di tahun mendatang, menurut laporan Reuters. Komentar tersebut muncul setelah kesimpulan dari Konferensi Kerja Ekonomi Pusat tahunan yang menetapkan anggaran.
Shanghai mengumumkan akan menutup sebagian besar sekolah lagi karena kasus Covid melonjak pada Senin (19/12/2022).
S&P/ASX 200 di Australia turun 0,14% pada jam pertama perdagangannya. Di Jepang, Nikkei 225 turun 0,8% dan Topix turun 0,4%. Kospi Korea Selatan kehilangan 0,66%.
Pemerintah Jepang dan bank sentral dilaporkan akan merevisi pernyataan yang berkomitmen pada target inflasi 2% sedini mungkin, menurut Kyodo News, mengutip sumber-sumber pemerintah. Bank of Japan mengadakan pertemuan kebijakan moneter akhir pekan ini.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






