Jumat, 15 Mei 2026

Presiden Filipina di Beijing Akan Bahas Laut Tiongkok Selatan

Penulis : Grace El Dora
4 Jan 2023 | 13:00 WIB
BAGIKAN
Ferdinand Marcos Jr. (Foto: REUTERS/Jerome Morales/File Foto)
Ferdinand Marcos Jr. (Foto: REUTERS/Jerome Morales/File Foto)

BEIJING, investor.id – Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. memulai kunjungan tiga hari ke Beijing, Tiongkok. Pemimpin kedua negara itu diperkirakan membicarakan masalah Laut Tiongkok Selatan (LTS), saat Filipina dan Tiongkok menetapkan arah baru pada hubungan mereka.

Pemerintah Filipina memiliki klaim teritorial yang tumpang tindih dengan Tiongkok di perairan LTS.

Lawatan itu menandai kunjungan kenegaraan pertama Marcos di luar Asia Tenggara, sejak dia menjabat sebagai Presiden Filipina pada Juni 2022.

ADVERTISEMENT

Pendahulu Marcos, Rodrigo Duterte, dikenal karena sikapnya yang menenangkan Tiongkok.

Duterte mengambil sikap akomodatif terhadap penerobosan Tiongkok di perairan yang diklaim oleh Filipina, dengan imbalan investasi yang dijanjikan dari negara ekonomi utama Asia itu.

Dalam pidatonya sebelum meninggalkan Manila, Marcos mengatakan dirinya menantikan pertemuan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping. “Saat kita berupaya mengubah lintasan hubungan ke tingkat yang lebih tinggi,” kata presiden Filipina tersebut, Selasa (4/1).

Hubungan seperti itu diharapkan Filipina akan membawa banyak prospek dan peluang berlimpah untuk perdamaian dan pembangunan bagi kedua negara.

Marcos juga menyatakan keinginannya untuk membahas masalah keamanan politik yang bersifat bilateral dan regional dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping.

“Kami akan berusaha menyelesaikan masalah-masalah itu untuk dapat saling menguntungkan kedua negara,” katanya, menambahkan.

Ia juga tampaknya akan melanjutkan diskusi dengan Xi tentang kemungkinan eksplorasi minyak dan gas bersama di LTS, menurut seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Filipina.

Marcos dan Xi mengadakan pembicaraan tingkat tinggi pertama mereka di Bangkok, Thailand, pada November 2022.

Asisten Menteri Luar Negeri (Menlu) Filipina untuk Urusan Asia dan Publik Neal Imperial pada 29 Desember 2022, lalu mengatakan Marcos menginginkan situasi damai dan stabil di LTS dan akan terus menegakkan kedaulatan Filipina.

Dia mengatakan, kedua negara diharapkan menandatangani kesepakatan untuk membangun jalur “komunikasi langsung” untuk menghindari “salah perhitungan” di LTS.

Menurut Imperial, satu delegasi bisnis Filipina turut dalam perjalanan ke Tiongkok dengan Marcos dan lebih dari 10 perjanjian bilateral diharapkan akan ditandatangani mengenai kerja sama di berbagai bidang termasuk perdagangan, investasi, serta infrastruktur.

Kedua negara juga berencana memperbarui kesepakatan tentang partisipasi pemerintah Filipina dalam Infrastruktur Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiatives) yang diprakarsai Tiongkok, kata Imperial.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin mengatakan pada 30 Desember 2022 bahwa kedua negara adalah tetangga dekat yang saling berhadapan di seberang lautan.

Wang juga menyatakan kesediaan pemerintah Tiongkok untuk meningkatkan dan mempercepat pertumbuhan hubungan bilateral, serta mengantarkan ‘zaman keemasan’ baru dalam persahabatan bilateral (Tiongkok-Filipina).

Tiongkok , Filipina, Taiwan, Malaysia, Vietnam, dan Brunei memiliki klaim yang tumpang tindih di LTS, yakni wilayah yang kaya akan mineral dan berfungsi sebagai jalur perdagangan penting.

Pada 2016 Pengadilan Arbitrase Permanen di Den Haag membatalkan klaim Tiongkok di LTS, tetapi pihaknya menolak keputusan itu. Pemerintah Tiongkok tetap melanjutkan pembangunan militernya di wilayah tersebut.

Pada Desember 2022, pemerintah Filipina mengatakan sangat prihatin tentang laporan reklamasi baru Tiongkok di pulau-pulau tak berpenghuni di LTS.

Pihak berwenang Filipina kemudian mengatakan tindakan itu bertentangan dengan prinsip pengendalian diri, seperti yang diamanatkan dalam perjanjian 2012 antara Tiongkok dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) yang termasuk Filipina.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 26 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia