Jumat, 15 Mei 2026

Pertemuan Presiden Tiongkok dan Filipina Hasilkan Kesepakatan LTS

Penulis : Grace El Dora
5 Jan 2023 | 13:27 WIB
BAGIKAN
Foto udara yang diambil melalui jendela kaca pesawat militer Filipina menunjukkan dugaan reklamasi tanah yang sedang berlangsung oleh Tiongkok di Mischief Reef, Kepulauan Spratly, Laut Tiongkok Selatan (LTS) di sebelah barat Palawan, Filipina pada 11 Mei 2015. (Foto: ANTARA/REUTERS/Ritchie B.Tongo/as)
Foto udara yang diambil melalui jendela kaca pesawat militer Filipina menunjukkan dugaan reklamasi tanah yang sedang berlangsung oleh Tiongkok di Mischief Reef, Kepulauan Spratly, Laut Tiongkok Selatan (LTS) di sebelah barat Palawan, Filipina pada 11 Mei 2015. (Foto: ANTARA/REUTERS/Ritchie B.Tongo/as)

BEIJING, investor.id – Pertemuan Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Filipina Ferdinand R Marcos Jr. dalam kunjungan ke Beijing pada 3-5 Januari 2023 menghasilkan beberapa kesepakatan bersama. Di antaranya kesepakatan soal Laut Tiongkok Selatan (LTS).

Pada Mufakat yang dicapai dalam pertemuan Xi dan Marcos tersebut, yang paling penting adalah tentang LTS, di mana kedua negara selama ini terlibat dalam sengketa wilayah.

Kedua pemimpin bertukar pandangan yang mendalam dan terus terang tentang situasi LTS dan menekankan kesepakatan untuk mengelola perbedaan secara tepat dan damai, kata Kementerian Luar Negeri Tiongkok dalam pernyataan resmi. Pihaknya menerangkan tentang kesepakatan Xi dengan Marcos kepada wartawan di Beijing, Tiongkok pada Kamis (5/1).

ADVERTISEMENT

“Kedua belah pihak menegaskan kembali pentingnya untuk menjaga dan mempromosikan perdamaian dan stabilitas di kawasan serta kebebasan navigasi dan penerbangan di atas wilayah Laut Tiongkok Selatan,” kata kesepakatan tersebut, Kamis.

Terkait perselisihan di LTS, kedua pihak akan menyelesaikannya secara damai berdasarkan Deklarasi Perilaku Para Pihak (DOC), Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan Konvensi PBB Tahun 1992 tentang Hukum Laut (UNCLOS).

Kedua pemimpin sepakat untuk saling membangun kepercayaan dan menegaskan pentingnya konsultasi antara kedua negara di tingkat Kementerian Luar Negeri dan Mekanisme Konsultasi Bilateral tentang LTS.

Kedua belah pihak juga memutuskan untuk membentuk mekanisme komunikasi langsung antara Departemen Perbatasan dan Kelautan Kementerian Luar Negeri Tiongkok dengan Kantor Kelautan dan Departemen Luar Negeri Filipina.

Baik Tiongkok dan Filipina mengakui manfaat kerja sama praktis antar penjaga pantai dan mendorong Pertemuan ke-4 Komite Penjaga Pantai Gabungan agar diadakan lebih awal.

Kedua belah pihak pun sepakat untuk mengadakan Pembicaraan Keamanan Pertahanan Tahunan pada waktu yang akan disepakati bersama, demikian isi kesepakatan tersebut.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia