Tiongkok Tangguhkan Visa Jangka Pendek Warga Korsel Soal Covid-19
SEOUL, investor.id – Pemerintah Tiongkok telah menangguhkan penerbitan visa jangka pendek untuk warga Korea Selatan (Korsel). Ini menjadi tanggapan Tiongkok setelah otoritas Korsel menerapkan pembatasan perjalanan pada pendatang dari Tiongkok karena masalah Covid-19, kata kedutaan Tiongkok di Beijing pada Selasa (10/1).
“Kedutaan dan konsulat Tiongkok di Korea akan menangguhkan penerbitan visa jangka pendek untuk warga negara Korea,” kata kedutaan di Seoul, Selasa. Pihaknya menambahkan langkah-langkah itu akan disesuaikan lagi, sejalan dengan pencabutan larangan masuk yang diskriminatif terhadap Tiongkok oleh pemerintah Korsel.
Bulan lalu, pihak berwenang Korsel memberlakukan gelombang pembatasan pada pendatang dari Tiongkok termasuk pembatasan visa, persyaratan pengujian, dan beberapa batasan penerbangan, dengan alasan lonjakan infeksi Covid-19.
Pemerintah Korsel juga membatasi penerbangan dari Tiongkok. Para pendatang dari daratan tersebut, dari Hong Kong, dan Makau harus melakukan tes dengan hasil negatif sebelum melakukan perjalanan.
Pengunjung daratan juga akan diuji pada saat kedatangan dan diharuskan untuk karantina selama seminggu jika mereka dinyatakan positif, kata pihak berwenang.
Pihak Tiongkok saat ini tidak mengeluarkan visa turis dan membutuhkan tes Covid-19 negatif untuk semua kedatangan.
Seorang warga negara Tiongkok yang dites positif saat tiba di Seoul, ibu kota Korsel, menolak dikarantina dan melarikan diri. Pelariannya memicu perburuan selama dua hari yang mendominasi berita utama Korsel.
Polisi akhirnya menemukan warga negara Tiongkok itu, yang tidak diidentifikasi tetapi digambarkan sebagai turis medis. Ia akan diinterogasi pekan ini atas pelanggaran tersebut, lapor media lokal.
Menurut angka resmi, sebanyak 2.224 warga negara Tiongkok dengan visa jangka pendek telah mendarat di Korsel sejak 2 Januari 2023 dengan 17,5% dinyatakan positif pada saat kedatangan.
Pemerintah Korsel juga membatasi penerbitan visa jangka pendek untuk warga negara Tiongkok, tidak termasuk pejabat publik, diplomat, serta mereka yang memiliki tujuan kemanusiaan dan bisnis yang penting, hingga akhir Januari.
Pembatasan lainnya termasuk mengurangi jumlah penerbangan dari Tiongkok-19 dan mewajibkan semua penerbangan dari negara tersebut untuk mendarat di Bandara Internasional Incheon utama Korsel.
Pulau Jeju paling selatan di Korsel, yang memiliki bandara internasionalnya sendiri dan rezim visa terpisah, adalah tujuan wisata populer bagi kedatangan orang Tiongkok sebelum pandemi.
“(Korsel) mau tidak mau memperkuat beberapa langkah anti epidemi untuk mencegah penyebaran virus di negara kita karena situasi Covid-19 yang memburuk di Tiongkok,” kata Perdana Menteri (PM) Korsel Han Duck-soo bulan lalu, saat mengumumkan langkah-langkah tersebut.
Kantor berita Yonhap melaporkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Korsel Park Jin pada Senin (9/1) mengatakan kepada Menlu Tiongkok Qin Gang bahwa pembatasan diberlakukan atas dasar ilmiah.
Rumah sakit Tiongkok kewalahan oleh ledakan kasus, setelah otoritas mulai melonggarkan kontrol garis keras yang telah merusak perekonomian dan memicu protes nasional.
Untuk 2019 dan 2020, turis dari Tiongkok menyumbang proporsi terbesar dari semua turis asing yang mengunjungi Korsel, masing-masing mencapai 34,4% dan 27,2% menurut data resmi Korsel.
Tetapi jumlah turis Tiongkok turun secara signifikan tahun lalu, dari 6,02 juta pada 2019 menjadi 200.000 untuk Januari hingga November 2022. Jumlah turis asal Tiongkok hanya 7,5% dari semua turis dari luar negeri, kata Kementerian Kebudayaan Korsel, dilansir dari AFP.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

