Jumat, 15 Mei 2026

Saham Asia Pasifik Dibuka Naik, Data Inflasi AS Tetap Jadi Sorotan

Penulis : Grace El Dora
12 Jan 2023 | 09:16 WIB
BAGIKAN
Gedung-gedung pencakar langit berdiri di Pudong Lujiazui Financial District Shanghai, Tiongkok pada 1 Maret 2022. (Foto: Xiao Yang / Visual China Group / Getty Images)
Gedung-gedung pencakar langit berdiri di Pudong Lujiazui Financial District Shanghai, Tiongkok pada 1 Maret 2022. (Foto: Xiao Yang / Visual China Group / Getty Images)

TOKYO, investor.id – Saham Asia Pasifik membukukan keuntungan karena investor menantikan laporan indeks harga konsumen atau CPI Amerika Serikat (AS) yang dirilis Kamis (12/1). Ekonom memperkirakan inflasi telah mereda pada Desember 2022, yang dapat memberi sinyal kepada Federal Reserve (Fed) kenaikan suku bunga sebelumnya telah memberikan efek yang diharapkan.

S&P/ ASX 200 Australia diperdagangkan naik 0,59% pada jam pertama perdagangannya.

Nikkei 225 naik 0,22%, sedangkan Topix naik 0,21%. Demikian pula, Kospi naik 0,58% dan Kosdaq bertambah 0,53%.

Data inflasi Tiongkok dan India untuk Desember 2022 juga dijadwalkan untuk dirilis. Australia juga akan melaporkan data perdagangannya untuk November 2022.

ADVERTISEMENT

Semalam di Wall Street, indeks saham utama ditutup lebih tinggi. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan angka inflasi menunjukkan bahwa harga turun sebesar 0,1% pada Desember 2022 dari bulan sebelumnya.

Saham AS berakhir lebih tinggi pada perdagagan Rabu (Kamis pagi WIB), karena investor secara optimis memposisikan diri menjelang laporan CPI Kamis.

Komposit Nasdaq naik 1,8%, membukukan rekor empat hari berturut-turut. Reli selama itu belum terlihat di indeks padat teknologi sejak September.

Dow berakhir lebih dari 260 poin, atau 0,8%.

S&P 500 ditambahkan 1,3%. Semua 11 sektor indeks yang luas mengakhiri hari ini, dipimpin oleh real estat dengan kenaikan 3,6%.

Harga Gas Alam Terendah Sejak 2021

Harga gas alam mencapai titik terendah dalam perdagangan Rabu yang tidak terlihat sejak 2021.

Komoditas turun 1,1% menjadi US$ 3,598, jatuh pada satu titik menjadi US$ 3,442. Itu level terendah yang tidak terlihat sejak 24 Juni 2021, ketika gas alam turun menjadi US$ 3,415.

Gas alam telah turun 18,9% sejak awal 2023.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia