Eropa Bersatu Menghadapi Perang dan Bahaya Iklim
DAVOS-KLOSTERS, investor.id – Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyampaikan pidato khusus tentang visi optimis tentang Eropa yang kuat dan bersatu meskipun ada perang di Ukraina dan tantangan perubahan iklim global.
“Eropa akan selalu mendukung rakyat Ukraina. Serangan tanpa henti Rusia dan momok kenaikan harga energi tidak menggoyahkan tekad kami. Dukungan teguh kami untuk Ukraina tidak akan berhenti,” ujarnya dalam Pertemuan Tahunan World Economic Forum (WEF) 2023, Selasa (17/1/2023).
Dalam pidatonya, von der Leyen mengatakan bahwa Eropa tahun ini memberikan lebih dari 18 miliar euro (US$ 19,5 miliar) bantuan keuangan untuk Ukraina. Ini merupakan paket bantuan terbesar yang pernah disusun Uni Eropa (UE) untuk negara ketiga.
Paket bantuan tersebut terdiri atas beberapa tahap di mana tahap pertama sebesar 3 miliar euro telah dicairkan untuk membantu membayar pemulihan infrastruktur penting, seperti rumah sakit dan sekolah. “Kami berada di dalamnya selama diperlukan,” katanya.
Reaksi Eropa terhadap perang, lanjut von der Leyen, menunjukkan bagaimana UE dapat bersatu pada saat yang tepat. Semisal pada kasus energi di mana dalam waktu kurang dari setahun, ketergantungan Eropa pada sumber energi Rusia telah berkurang drastis.
“Lebih dari 80% pipa gas Rusia telah diganti. Eropa telah menunjukkan kekuatan kehendak kolektifnya,” tuturnya.
Mengenai iklim, presiden Komisi Eropa itu menekankan bahwa Eropa tidak boleh membuang waktu dalam transisi menuju ekonomi bersih. Transisi nol bersih (net-zero) telah menyebabkan pergeseran ekonomi dan geopolitik yang mendalam.
“Dalam waktu kurang dari tiga dekade kita harus mencapai nol bersih. Dalam beberapa dekade mendatang, akan terlihat transformasi industri terbesar di zaman kita. Dalam jangka panjang, ambisi Eropa adalah menjadi pemimpin dunia dalam teknologi bersih. Kisah ekonomi teknologi bersih akan ditulis di Eropa,” demikian penjelasan von der Leyen, dikutip dari laman weforum.org.
Strategi UE sendiri bertumpu pada empat pilar, yakni lingkungan peraturan yang menyediakan kecepatan dan akses, pembiayaan untuk produksi teknologi bersih, peningkatan keterampilan, dan peningkatan perdagangan.
“Undang-Undang Industri Net-Zero akan mengidentifikasi tujuan yang jelas untuk teknologi bersih Eropa pada 2030, dengan fokus pada proyek strategis di seluruh rantai pasokan,” tambah von der Leyen.
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler

