Jumat, 15 Mei 2026

NATO Janjikan Tambahan Senjata ke Ukraina, Jerman Tahan Kirim Tank

Penulis : Grace El Dora
20 Jan 2023 | 20:27 WIB
BAGIKAN
Tank Leopard Polandia bermanuver saat pasukan dari Polandia, Amerika Serikat, Prancis, dan Swedia mengambil bagian dalam latihan militer DEFENDER-Europe 22 di Nowogrod, Polandia pada 19 Mei 2022. Polandia siap mengirim tank Leopard ke Ukraina sesuai permintaan Ukraina, kata Presiden Polandia Andrzej Duda pada 11 Januari 2023 saat berkunjung ke Lviv, Ukraina timur. (Foto: Wojtek RADWANSKI/AFP)
Tank Leopard Polandia bermanuver saat pasukan dari Polandia, Amerika Serikat, Prancis, dan Swedia mengambil bagian dalam latihan militer DEFENDER-Europe 22 di Nowogrod, Polandia pada 19 Mei 2022. Polandia siap mengirim tank Leopard ke Ukraina sesuai permintaan Ukraina, kata Presiden Polandia Andrzej Duda pada 11 Januari 2023 saat berkunjung ke Lviv, Ukraina timur. (Foto: Wojtek RADWANSKI/AFP)

BERLIN, investor.id – Sekutu Barat menjanjikan senjata bernilai miliaran dolar untuk Ukraina. Beberapa negara bahkan berjanji akan mengirimkan tank yang diminta Ukraina jika pemerintah Jerman setuju, tetapi Jerman tidak memberikan tanda-tanda akan mencabut hak veto atas pengiriman yang dikhawatirkan akan memprovokasi Rusia.

Masalah ini tampaknya akan mendominasi pembicaraan Jumat (20/1) waktu setempat di Jerman antara sekutu Barat di Ramstein, pangkalan udara utama Amerika Serikat (AS) di Eropa.

Khawatir musim dingin akan memberi pasukan Rusia waktu untuk berkumpul kembali dan melepaskan serangan besar, pemerintah Ukraina mendorong pengiriman tank tempur Leopard buatan Jerman. Tank jenis ini dipegang oleh sejumlah negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), tetapi pemindahannya ke Ukraina membutuhkan persetujuan Jerman.

ADVERTISEMENT

“Orang-orang kami sekarat setiap hari. Jika Anda memiliki tank Leopard, berikan kepada kami. Ukraina membutuhkan mereka untuk mempertahankan diri, merebut kembali tanah yang diduduki, dan tidak berencana menyerang Rusia,” kata Presiden Ukraina Volodomyr Zelensky kepada televisi Jerman ARD, Jumat.

NATO Janjikan Tambahan Senjata ke Ukraina, Jerman Tahan Kirim Tank
Pandangan umum dari situs di mana sebuah blok apartemen rusak berat akibat serangan rudal Rusia setelah serangan Rusia di Dnipro, Ukraina pada 18 Januari 2023. (Foto: Reuters/Clodagh Kilcoyne)

Kanselir Jerman Olaf Scholz, seorang Sosial Demokrat, enggan mengirim senjata yang dianggap dapat memprovokasi Rusia. Banyak sekutu Jerman di Barat mengatakan kekhawatiran itu salah tempat, dengan Rusia telah berkomitmen penuh untuk berperang.

Sementara itu, pemerintah Rusia telah berulang kali mengatakan transfer senjata Barat akan memperpanjang perang dan menambah penderitaan di Ukraina.

Sumber pemerintah Jerman sebelumnya mengatakan negara itu akan mencabut keberatannya jika AS mengirimkan tank Abrams.

“Kepemimpinan sejati adalah tentang memimpin dengan memberi contoh, bukan tentang memandang orang lain. Tidak ada pantangan,” tulis penasihat Zelensky, Mykhailo Podolyak.

“Dari Washington ke London, dari Paris ke Warsawa, Anda mendengar satu hal. Ukraina membutuhkan tank. Tank adalah kunci untuk mengakhiri perang dengan baik,” tuturnya.

Menjelang pertemuan Ramstein, sebanyak 11 negara NATO termasuk Inggris dan Polandia menjanjikan bantuan militer baru di sebuah pangkalan militer di Estonia pada Kamis (19/1).

“Kami berkomitmen untuk secara kolektif mengejar pengiriman serangkaian donasi yang belum pernah terjadi sebelumnya termasuk tank tempur utama, artileri berat, pertahanan udara, amunisi, dan kendaraan tempur infanteri ke pertahanan Ukraina,” kata pernyataan bersama mereka.

Adapun tank Leopard 2 merupakan pekerja keras militer di seluruh Eropa dan dibuat ribuan oleh Jerman selama Perang Dingin. Mengirimkan tank ini perlu persetujuan pemerintah Jerman sebelum dipindahkan ke negara lain.

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dan Menteri Pertahanan Jerman yang baru Boris Pistorius bertemu di Berlin tetapi tidak ada pembaruan mengenai keputusan tank tersebut.

Perdana Menteri (PM) Polandia Mateusz

NATO Janjikan Tambahan Senjata ke Ukraina, Jerman Tahan Kirim Tank
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Perdana Menteri (PM) Polandia Mateusz Morawiecki dan Wakil PM Jaroslaw Kaczynski, PM Ceko Petr Fiala dan PM Slovenia Janez Jansa mengadakan pengarahan bersama setelah pertemuan di Kyiv, Ukraina pada 15 Maret 2022. (FOTO: Handout / UKRAINE PRESIDENCY / AFP)

mengatakan pada Kamis dirinya sedikir skeptis terhadap persetujuan Jerman terhadap tank-tank untuk Ukraina. “(Karena) Jerman membela diri terhadap hal ini seperti setan melindungi dirinya dari air suci,” tukasnya.

Politisi Eropa lainnya menyatakan sebaliknya.

“Beberapa negara pasti akan mengirim tank Leopard ke Ukraina, itu sudah pasti,” kata Menteri Pertahanan Lithuania Arvydas Anusauskas, dilansir dari Reuters.

Menteri Pertahanan Belanda Kajsa Ollongren yakin solusi akan ditemukan, tetapi pemerintah Belanda membutuhkan lampu hijau dari Jerman sebelum memutuskan apakah akan menyumbangkan tank.

Pemerintah Polandia dan Finlandia telah mengatakan mereka akan mengirim Macan Tutul jika Jerman mencabut hak vetonya. Sebagai tanda frustrasi yang meningkat, Polandia menyarankan hal itu bahkan jika Jerman mencoba memblokirnya.

Pejabat Ukraina mendorong keputusan mendesak. “Kami tidak punya waktu, dunia tidak punya waktu saat ini,” tulis Andriy Yermak, kepala administrasi kepresidenan Ukraina, di aplikasi perpesanan Telegram.

“Kami membayar kelambatan dengan nyawa rakyat Ukraina kami. Seharusnya tidak seperti itu,” katanya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia