Jumat, 15 Mei 2026

Jerman Siap Beri Wewenang Polandia Kirim Tank Leopard ke Ukraina

Penulis : Grace El Dora
23 Jan 2023 | 11:44 WIB
BAGIKAN
Tank Leopard Polandia bermanuver saat pasukan dari Polandia, Amerika Serikat, Prancis, dan Swedia mengambil bagian dalam latihan militer DEFENDER-Europe 22 di Nowogrod, Polandia pada 19 Mei 2022. Polandia siap mengirim tank Leopard ke Ukraina sesuai permintaan Ukraina, kata Presiden Polandia Andrzej Duda pada 11 Januari 2023 saat berkunjung ke Lviv, Ukraina timur. (Foto: Wojtek RADWANSKI/AFP)
Tank Leopard Polandia bermanuver saat pasukan dari Polandia, Amerika Serikat, Prancis, dan Swedia mengambil bagian dalam latihan militer DEFENDER-Europe 22 di Nowogrod, Polandia pada 19 Mei 2022. Polandia siap mengirim tank Leopard ke Ukraina sesuai permintaan Ukraina, kata Presiden Polandia Andrzej Duda pada 11 Januari 2023 saat berkunjung ke Lviv, Ukraina timur. (Foto: Wojtek RADWANSKI/AFP)

PARIS, investor.id – Pemerintah Jerman siap memberi wewenang kepada Polandia untuk mengirim tank Leopard buatan Jerman ke Ukraina. Tank ini akan membantu militer Ukraina melawan serangan Rusia jika Polandia mengajukan permintaan seperti itu, kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Annalena Baerbock.

“Jika kami ditanya pertanyaan itu, maka kami tidak akan menghalangi,” kata Baerbock kepada televisi LCI setelah pertemuan puncak Prancis-Jerman di Paris, Senin (23/1).

“Kami tahu betapa pentingnya tank-tank ini dan inilah mengapa kami mendiskusikannya sekarang dengan mitra kami. Kami perlu memastikan nyawa orang terselamatkan dan wilayah Ukraina dibebaskan,” lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Baerbock, yang mewakili Partai Hijau dalam koalisi berkuasa Kanselir Demokrat Sosial Olaf Scholz, mengatakan pemerintah Polandia belum membuat permintaan resmi.

Komentarnya muncul saat pemerintah Jerman menolak tekanan dari Ukraina untuk mengirim sebagian stok tank Leopard miliknya ke Ukraina.

Pihak Polandia telah mengumumkan siap mengirimkan 14 tank Leopard ke Ukraina, tetapi Perdana Menteri (PM) Mateusz Morawiecki mengatakan dirinya sedang menunggu “pernyataan yang jelas” dari Jerman apakah negara yang memiliki Leopard dapat mentransfernya ke Ukraina.

Dia juga menggambarkan penolakan Jerman untuk mengirim tanknya sendiri ke Ukraina “tidak dapat diterima”.

“Orang yang tidak bersalah meninggal setiap hari,” kata agen PAP.

Dalam pernyataan bersama Sabtu (21/1), para menteri luar negeri dari tiga negara Baltik mendesak Jerman untuk menyediakan tank Leopard ke Ukraina sekarang.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada Jumat (20/1) bahwa tidak ada alternatif selain bagi Barat untuk memberikan tank-tank berat kepada Ukraina.

Laporan awal pekan ini mengindikasikan pemerintah Jerman akan setuju untuk melakukannya hanya jika Amerika Serikat (AS) menyediakan tanknya juga. Pemerintah AS mengatakan pengiriman tank Abrams ke Ukraina tidak layak, dengan alasan kesulitan dalam pelatihan dan pemeliharaan.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia