AS-Jepang-Belanda Sepakat Batasi Akses Tiongkok Soal Teknologi Chip
WASHINGTON, investor.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah mencapai kesepakatan dengan Jepang dan Belanda untuk membatasi Tiongkok mengakses teknologi pembuatan chip semikonduktor canggih mereka, menurut laporan Bloomberg News yang mengutip orang-orang yang mengetahui langkah itu.
Laporan yang dirilis pada Jumat (27/1) itu menyebutkan beberapa perusahaan utama di Jepang dan di Belanda, sebagai bagian dari kesepakatan, akan melaksanakan beberapa langkah kontrol ekspor Amerika yang diberlakukan AS pada Oktober 2022.
Kesepakatan baru itu akan membatasi akses Tiongkok ke teknologi semikonduktor dari perusahaan Belanda ASML serta perusahaan Jepang Nikon Corp. dan Tokyo Electron Ltd., menurut laporan.
Perdana Menteri (PM) Belanda Mark Rutte, menurut laporan tersebut, mengatakan tidak jelas apakah pemerintah Belanda akan mengungkapkan perincian tentang kesepakatan tersebut.
Bloomberg melaporkan pada Desember 2022 pemerintah Jepang dan Belanda setuju secara prinsip untuk menegakkan beberapa aturan AS dalam mengekspor mesin pembuat chip canggih ke Tiongkok.
Menurut laporan tersebut, kedua negara diperkirakan akan melarang penjualan mesin yang mampu memproduksi chip berukuran 14 nanometer atau lebih ke Tiongkok.
Pada Oktober 2022, pemerintahan Presiden AS Biden memperluas kontrol ekspor teknologi semikonduktor AS ke Tiongkok untuk membatasi kemampuan negara itu membuat microchip kelas atas tertentu yang digunakan dalam aplikasi militer.
Pemerintah Tiongkok membawa masalah ini ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan mengajukan gugatan terhadap kontrol ekspor AS.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

