Jumat, 15 Mei 2026

Ekspor Indonesia ke Tiongkok Meningkat 25,4%

Penulis : Grace El Dora
2 Feb 2023 | 19:52 WIB
BAGIKAN
CEO Overseas Prominent Brand Steven Hou (kanan) menunjukkan platform e-dagang yang berisi produk-produk unggulan UMKM Indonesia Konsul Ekonomi KJRI Guangzhou Adhi Kawidastra (kiri) dan Wakil Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Beijing Firman Hidayat di ruang pajang Canton Fair, Guangzhou, Tiongkok pada 27 September 2022. Sampai saat ini sudah ada 30 UMKM Indonesia yang berhasil memasukkan produk unggulannya ke pasar China yang difasilitasi oleh BI Beijing, KJRI Guangzhou, dan OPB selaku perusahaan agregator yang bermarkas di Canton Fair. (Foto: ANTARA/M. Irfan Ilmie)
CEO Overseas Prominent Brand Steven Hou (kanan) menunjukkan platform e-dagang yang berisi produk-produk unggulan UMKM Indonesia Konsul Ekonomi KJRI Guangzhou Adhi Kawidastra (kiri) dan Wakil Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Beijing Firman Hidayat di ruang pajang Canton Fair, Guangzhou, Tiongkok pada 27 September 2022. Sampai saat ini sudah ada 30 UMKM Indonesia yang berhasil memasukkan produk unggulannya ke pasar China yang difasilitasi oleh BI Beijing, KJRI Guangzhou, dan OPB selaku perusahaan agregator yang bermarkas di Canton Fair. (Foto: ANTARA/M. Irfan Ilmie)

BEIJING, investor.id – Nilai ekspor berbagai jenis komoditas dari Indonesia ke Tiongkok sepanjang 2022 mengalami kenaikan sekitar 25,4% dibandingkan dengan pencapaian 2021.

Menurut Duta Besar RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun di Beijing, Tiongkok pada Kamis (2/2), nilai ekspor Indonesia ke Tiongkok pada 2022 telah mencapai angka US$ 70,7 miliar.

“Naik signifikan jika dibandingkan dengan 2021 yang sebesar US$ 56,4 miliar,” kata Djauhari yang mengutip data Kepabeanan Tiongkok.

ADVERTISEMENT

Nilai investasi Tiongkok di Indonesia pada 2022 tercatat US$ 5,2 miliar atau meningkat 126% dibandingkan 2021 yang tercatat sebesar US$ 2,3 miliar.

Djauhari memperkirakan tren peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi Indonesia-Tiongkok masih akan terjaga pada 2023 hingga 2024 dan hal itu didasarkan pada proyeksi ekonomi digital Indonesia yang cenderung meningkat pada 2023 dan 2024.

Selain itu Indonesia juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional 2023 pada kisaran 4,5% hingga 5,3% dan 2024 pada kisaran 4,7% hingga 5,5%.

“Meskipun di tengah krisis pandemi, Indonesia mampu memberikan bukti nyata,” kata Djauhari.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia