Inflasi Inggris Merosot, Tapi Tetap di Atas 10%
LONDON, investor.id – Inflasi tahunan Inggris turun lebih lanjut bulan lalu karena pengurangan biaya transportasi, menurut data resmi pemerintah. Namun, angkanya tetap di atas 10%, memperpanjang krisis biaya hidup yang telah memicu pemogokan besar-besaran.
Inflasi di seluruh dunia mereda setelah mencapai tingkat tertinggi dalam beberapa dekade tahun lalu, karena serangan Rusia ke Ukraina memicu harga energi dan pangan.
Indeks Harga Konsumen (CPI) Inggris turun menjadi 10,1% pada Januari 2022 dibandingkan dengan tingkat 10,5% pada Desember, kata Kantor Statistik Nasional (ONS) dalam pernyataan resminya.
Poundsterling Merosot, FTSE Melonjak
Berita itu mengirim poundsterling turun 1,5% menjadi US$ 1,1990 dalam perdagangan sore, karena para dealer bertaruh pada kebijakan moneter yang kurang agresif dari bank sentral Inggris (BoE).
Pada gilirannya, hal itu membantu mendorong indeks acuan FTSE 100 London dari perusahaan-perusahaan top ke rekor tertinggi di atas 8.000 poin.
Poundsterling berjuang meningkatkan jumlah perusahaan multinasional yang terdaftar di bursa London, yang memiliki pendapatan dalam dolar Amerika Serikat (AS).
Inflasi Inggris telah turun dalam beberapa bulan terakhir dari puncaknya di atas 11% pada Oktober 2022. Pendinginan ini juga tercapai karena tekanan rantai pasokan dengan pembukaan kembali ekonomi dari lockdown Covid-19.
Dengan inflasi yang tinggi mengikis nilai upah, Inggris menghadapi aksi mogok terbesarnya oleh pekerja sektor publik dan swasta dalam lebih dari satu dekade.
“Angka terbaru ini menunjukkan krisis biaya hidup masih memukul paket gaji pekerja,” kata Sharon Graham, sekretaris jenderal di serikat pekerja utama Inggris Unite, dilansir dari AFP Jumat (17/2).
“Unite akan terus memperjuangkan dan memenangkan upah yang lebih baik dalam menghadapi krisis ini,” tambahnya dalam sebuah pernyataan.
Ukuran terpisah dari inflasi Inggris, indeks harga ritel (RPI), tidak berubah pada 13,4% untuk Januari 2023.
RPI mencakup pembayaran bunga hipotek dan digunakan oleh serikat pekerja dan pemberi kerja saat menegosiasikan kenaikan upah.
Menteri Keuangan Inggris Jeremy Hunt menyambut baik pelonggaran angka inflasi CPI, tetapi memperingatkan pertarungan ekonomi masih jauh dari selesai.
Data resmi pekan lalu menunjukkan Inggris nyaris menghindari resesi pada 2022, tetapi risiko kontraksi berkepanjangan tetap ada untuk tahun ini menurut analis.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

