Jumat, 15 Mei 2026

Dibayangi Kekhawatiran Suku Bunga, Wall Street Ditutup Bervariasi

Penulis : Indah Handayani
18 Feb 2023 | 07:00 WIB
BAGIKAN
Trader bekerja di lantai Bursa Efek New York, AS. (FOTO: Michael M. Santiago / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
Trader bekerja di lantai Bursa Efek New York, AS. (FOTO: Michael M. Santiago / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

NEW YORK, investor.id - Indeks-indeks utama Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Jumat (17/2/2023). Dibayangi kekhawatiran atas suku bunga yang lebih tinggi setelah data inflasi AS yang lebih panas dari perkiraan dan komentar hawkish dari pejabat Federal Reserve memupus harapan akan berakhirnya pengetatan moneter lebih awal.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 129,84 poin (0,39%) menjadi menetap di 33.826,69 poin. Indeks S&P 500 merosot 11,32 poin (0,28%) menjadi ditutup pada 4.079,09 poin. Indeks Komposit Nasdaq tergelincir 68,56 poin  (0,58%) menjadi berakhir di 11.787,27 poin.

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor bahan pokok konsumen dan utilitas masing-masing terdongkrak 1,29% dan 1%, melampaui yang lainnya. Sementara itu, sektor energi dan teknologi masing-masing jatuh 3,65% dan 1,19%, memimpin kerugian.

Untuk minggu ini, Dow tergelincir 0,13%, S&P 500 turun 0,28%, dan Nasdaq yang padat teknologi naik 0,59%. S&P 500 telah naik sekitar 6,0% sejauh tahun ini, sementara Nasdaq pulih sekitar 13% setelah kerugian besar tahun lalu.

ADVERTISEMENT

Indeks S&P 500 melemah terbebani oleh Microsoft dan Nvidia karena investor khawatir bahwa inflasi dan ekonomi AS yang kuat dapat membuat Federal Reserve mempercepat kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Sesi maju-mundur di Wall Street mengikuti data ekonomi minggu ini yang menunjukkan inflasi yang tinggi, pasar kerja yang ketat dan ketahanan belanja konsumen, memberi Fed lebih banyak ruang untuk menaikkan biaya pinjaman.

Goldman Sachs dan Bank of America memperkirakan tiga kenaikan suku bunga lagi tahun ini dan masing-masing sebesar seperempat poin persentase, naik dari perkiraan sebelumnya untuk dua kenaikan suku bunga.

Para pedagang memperkirakan setidaknya dua kenaikan suku bunga lagi dan memproyeksikan suku bunga Fed memuncak di 5,3% pada Juli, karena bank sentral berupaya untuk mendinginkan ekonomi dan mengurangi inflasi.

"Awan gelap telah melayang di atas pasar saham dalam dua minggu terakhir di tengah ekspektasi yang lebih tinggi untuk suku bunga dana Fed," kata Jake Dollarhide, kepala eksekutif Longbow Asset Management di Tulsa, Oklahoma.

"Jumlah pekerjaan tidak semakin lemah, dan sulit untuk memasuki resesi dengan pasar tenaga kerja yang kuat pada saat yang sama. Itu berarti Fed dapat menekan tombol dan menaikkan suku bunga," kata Dollarhide.

Microsoft Corp turun 1,6% dan Nvidia merosot 2,8%, keduanya membebani S&P 500 karena imbal hasil surat utang negara 10 tahun mencapai tertinggi tiga bulan.

Menambah kekhawatiran baru-baru ini tentang kebijakan moneter, Gubernur Fed Michelle Bowman mengatakan bank sentral perlu terus menaikkan suku bunga sampai membuat lebih banyak kemajuan dalam mengatasi inflasi. Presiden Fed Richmond, Thomas Barkin mengatakan bank sentral masih perlu menaikkan suku bunga, tetapi itu bisa bertahan dengan kenaikan seperempat poin.

Perusahaan yang paling banyak diperdagangkan di S&P 500 adalah Tesla Inc, dengan saham senilai US$ 42,9 miliar yang dipertukarkan selama sesi tersebut. Saham Tesla terangkat 3,1%.

Pasar saham AS akan ditutup pada Senin (20/2/2023 untuk peringatan karena Hari Presiden.

Volume perdagangan bursa AS relatif ringan, dengan 10,6 miliar saham berpindahtangan, dibandingkan dengan rata-rata 11,7 miliar saham selama 20 sesi sebelumnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia