Jumat, 15 Mei 2026

Biro Pariwisata Taipei Targetkan 150 Ribu WNI Kunjungi Taiwan

Penulis : Grace El Dora
28 Feb 2023 | 09:11 WIB
BAGIKAN
Perwakilan Kantor Dagang dan Ekonomi (KDEI) Taipei John Cen (kiri) dan Direktur Biro Pariwisata Taipei Abe Chou (kanan) pada acara workshop di Jakarta pada 27 Februari 2023. (Foto: ANTARA/Cindy Frishanti)
Perwakilan Kantor Dagang dan Ekonomi (KDEI) Taipei John Cen (kiri) dan Direktur Biro Pariwisata Taipei Abe Chou (kanan) pada acara workshop di Jakarta pada 27 Februari 2023. (Foto: ANTARA/Cindy Frishanti)

JAKARTA, investor.id – Direktur Biro Pariwisata Taipei menargetkan sekitar 150 ribu warga negara Indonesia (WNI) untuk mengunjungi Taipei pada 2023, serta mempererat hubungan pariwisata antara Taipei dan Indonesia.

“Sebelum pandemi, turis Indonesia yang berkunjung ke Taiwan berjumlah lebih dari 230 ribu orang pada 2019. Dan tahun ini setelah pandemi, kami menargetkan setidaknya 150 ribu orang berkunjung ke Taiwan,” kata Direktur Biro Pariwisata Taipei Abe Chou dalam pernyataannya di Jakarta, dikutip Selasa (28/2).

Chou menambahkan Biro Pariwisata Taipei yang berbasis di Kuala Lumpur menyatakan akan memudahkan prosedur aplikasi visa bagi turis Indonesia yang ingin berkunjung ke Taipei. Di antaranya dengan memberikan insentif kepada wisatawan asing secara berkelompok melalui proyek guanheng dan aplikasi otorisasi perjalanan ke Taipei secara daring.

ADVERTISEMENT

Ia menyebut negara-negara yang terpilih untuk mendapatkan grup insentif visa adalah Indonesia, India, Vietnam, Kamboja, Laos, dan Myanmar.

Untuk aplikasi otorisasi perjalanan secara daring, kata dia, pemohon memiliki satu dokumen visa dari Taipei, Australia, Kanada, Jepang, Korea Selatan (Korsel), Selandia Baru, Amerika Serikat (AS), Inggris, atau negara-negara Schengen. Tetapi ini tidak berlaku untuk visa Taipei melalui proyek Guanheng.

“Bagi warga Indonesia yang memiliki pembebasan visa Jepang bisa digunakan untuk proses pengajuan sertifikat otoritas Taipei,” ujar Chou.

Taipei menduduki peringkat destinasi nomor dua dalam MasterCard Crescent Rating Global Muslim Travel Index 2022.

“Dengan senang hati kami mengundang teman-teman Muslim untuk merasakan lingkungan perjalanan yang ramah dan aman di Taiwan,” tambahnya.

Di saat yang sama, perwakilan Kantor Dagang dan Ekonomi (KDEI) Taipei John Cen berharap hubungan pariwisata antara Taipei dan Indonesia semakin erat, terutama setelah pandemi.

“Saya berharap banyak warga Indonesia yang mengunjungi Taiwan dan sebaliknya, banyak warga Taiwan yang juga mengunjungi Indonesia,” kata John Cen.

Cen juga ingin wisatawan Taipei tidak hanya mengenal Bali karena Indonesia memiliki banyak tempat wisata yang bagus selain Bali, seperti Borobudur, Pulau Komodo, Danau Toba, dan Raja Ampat.

Ia berharap Indonesia juga akan meningkatkan lingkungan pariwisata Indonesia agar bisa semakin nyaman dan aman seperti Taipei.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia