Kamis, 14 Mei 2026

Studi: Kecepatan Internet Rusia Turun karena Kekurangan Hardware

Penulis : Grace El Dora
3 Mar 2023 | 12:30 WIB
BAGIKAN
Tampak menara komunikasi di Omsk, Rusia pada 8 November 2022. (Foto: REUTERS/Alexey Malgavko)
Tampak menara komunikasi di Omsk, Rusia pada 8 November 2022. (Foto: REUTERS/Alexey Malgavko)

MOSKOW, investor.id – Kecepatan internet seluler Rusia turun di wilayah di luar wilayah Moskow, ibu kota Rusia, pada Februari 2023 menurut penelitian dari perusahaan berita dan analisis Telecom Daily. Perginya produsen peralatan asing membatasi akses operator Rusia ke perangkat keras (hardware).

Operator telekomunikasi terbesar di negara itu, termasuk MTS dan Megafon membantah penelitian tersebut. Pihaknya mengatakan telah mencatat peningkatan kecepatan pada Februari 2023, baik di Moskow maupun wilayah sekitarnya.

Eksekutif telekomunikasi senior dan sumber industri lainnya mengatakan kepada Reuters akhir tahun lalu bahwa kepergian produsen peralatan telekomunikasi Nokia dan Ericsson dapat melumpuhkan jaringan seluler negara itu dalam jangka panjang, hingga menyebabkan kemunduran komunikasi bagi orang Rusia.

ADVERTISEMENT

Publikasi industri terkemuka Telecom Daily mengatakan Moskow dan sekitarnya mengalami peningkatan rata-rata kecepatan internet ponsel sebesar 32% dari tahun ke tahun (YoY), sementara wilayah lain di negara itu mengalami penurunan 7%.

Telecom Daily mengutip data ini berdasarkan hasil puluhan ribu pengukuran yang dilakukan oleh pengguna alat pelacak kecepatan internet ‘Megabitus’.

Perusahaan analisis itu, yang telah menerbitkan berita dan analisis di sektor ini selama 20 tahun, mengaitkan penurunan tersebut dengan kekurangan peralatan dan kecenderungan operator seluler untuk memasang BTS baru di kota-kota besar, di mana permintaan akan layanan mereka paling tinggi.

Dikatakan juga, penurunan lalu lintas internet seluler di Moskow telah berkontribusi pada peningkatan kecepatan di sana.

“Setiap masalah koneksi di Moskow atau St. Petersburg bisa menjadi sumber masalah citra serius bagi operator. Dan sebaliknya, tidak ada yang akan menyadari jika kecepatan turun 20%-30% di distrik yang jauh,” kata CEO Telecom Daily Denis Kuskov, dilansir dari Reuters, Jumat (3/3).

MTS mengatakan telah mencatat peningkatan lalu lintas dan kecepatan internet seluler di wilayah tersebut, tidak mencatat penurunan.

“MTS terus bekerja untuk memperluas kapasitas jaringan dan operator telekomunikasi, serta regulator terlibat dalam dialog yang bertujuan menghilangkan hambatan administratif dan merangsang pengembangan industri,” katanya.

Rival Megafon mengatakan median kecepatan internet seluler pada jaringannya di wilayah-wilayah selain Moskow 14% lebih tinggi pada Februari dari tahun ke tahun dan naik 18,5% di ibu kota Rusia.

Operator besar lainnya yakni Tele2 dan Beeline, serta kementerian digital Rusia, tidak menanggapi permintaan komentar.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 10 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 28 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 58 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 1 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia