Jumat, 15 Mei 2026

Mantan PM Malaysia Muhyiddin Didakwa Korupsi

Penulis : Grace El Dora
10 Mar 2023 | 15:20 WIB
BAGIKAN
Mantan perdana menteri Malaysia dan ketua Perikatan Nasional (PN) Muhyiddin Yassin (kanan) melambai saat dia meninggalkan Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur, setelah didakwa melakukan korupsi di Kuala Lumpur pada 10 Maret 2023. (Foto: Arif Kartono/AFP)
Mantan perdana menteri Malaysia dan ketua Perikatan Nasional (PN) Muhyiddin Yassin (kanan) melambai saat dia meninggalkan Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur, setelah didakwa melakukan korupsi di Kuala Lumpur pada 10 Maret 2023. (Foto: Arif Kartono/AFP)

KUALA LUMPUR, investor.id – Mantan perdana menteri (PM) Malaysia Muhyiddin Yassin pada Jumat (10/3) didakwa menerima suap dan pencucian uang, terkait dengan dugaan penyalahgunaan dana pemulihan ekonomi Covid-19.

Muhyiddin adalah perdana menteri selama 17 bulan antara 2020 dan 2021, di puncak pertempuran Malaysia melawan virus corona. Sekarang ia masih memimpin koalisi oposisi melawan pemerintahan PM Anwar Ibrahim.

Muhyiddin (75) dijerat dengan empat dakwaan menggunakan jabatannya untuk mendapatkan suap sebesar 232,5 juta ringgit (US$ 51,4 juta) untuk partai politik Bersatu.

ADVERTISEMENT

Suap diduga berasal dari perusahaan yang diberikan preferensi untuk proyek yang dibiayai oleh dana Covid-19.

Setiap dakwaan membawa hingga 20 tahun penjara jika terbukti bersalah.

Muhyiddin juga dijerat dengan dua dakwaan pencucian uang yang melibatkan 195 juta ringgit yang disetorkan ke rekening Bersatu, menurut lembar dakwaan.

Masing-masing dakwaan tersebut dapat menyebabkan hingga 15 tahun penjara.

Di Pengadilan Sesi Jumat, Muhyiddin mengaku tidak bersalah atas semua tuduhan dan meminta pengadilan.

Dia dibebaskan dengan jaminan tetapi diperintahkan untuk menyerahkan paspornya.

Tuduhan tersebut muncul sehari setelah Muhyiddin diinterogasi oleh Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC) dan kemudian ditangkap.

Dia membantah melakukan kesalahan dan menuduh koalisi Anwar yang berkuasa melakukan penganiayaan politik untuk mendiskreditkan dia dan partainya menjelang pemilihan negara bagian pada Juli 2022.

MACC meluncurkan penyelidikan atas dugaan penyalahgunaan dana pandemi oleh Bersatu dan membekukan rekening bank partai bulan lalu.

Dua pimpinan Bersatu juga didakwa suap terkait program stimulus ekonomi.

Muhyiddin menjadi terkenal selama masa jabatan mantan PM Najib Razak, yang sekarang menjalani hukuman penjara 12 tahun karena korupsi terkait penjarahan perusahaan investasi negara 1MDB.

Dia berselisih dengan Najib pada 2015, ketika dia dipecat setelah mengkritik pemerintah atas skandal 1MDB.

Muhyiddin kemudian bergabung dengan partai yang didirikan oleh mantan PM Mahathir Mohamad dan membantu menggulingkan Najib dan partainya, Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO).

Kemudian dengan wajah penuh gejolak khas politik Malaysia yang bergejolak, dia bergandengan tangan dengan UMNO lagi untuk mendapatkan dukungan yang cukup untuk menjadi perdana menteri.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia