Jumat, 15 Mei 2026

Signature Bank Jadi Korban Gejolak Perbankan AS, Setelah SVB

Penulis : Grace El Dora
13 Mar 2023 | 12:30 WIB
BAGIKAN
Seorang pekerja tiba di kantor pusat Signature Bank di New York City, Amerika Serikat pada 12 Maret 2023. (Foto: REUTERS/Eduardo Munoz)
Seorang pekerja tiba di kantor pusat Signature Bank di New York City, Amerika Serikat pada 12 Maret 2023. (Foto: REUTERS/Eduardo Munoz)

NEW YORK, investor.id – Regulator negara bagian menutup Signature Bank (SBNY.O) yang berbasis di New York, Amerika Serikat (AS). Ini menjadi kegagalan terbesar ketiga dalam sejarah perbankan AS, hanya berselang dua hari setelah pihak berwenang menutup Silicon Valley Bank (SIVB.O) dalam kebangkrutan yang membuat miliaran dolar terdampar dalam deposito.

Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) mengambil alih Signature, yang memiliki aset US$ 110,36 miliar dan deposito US$ 88,59 pada akhir tahun lalu, menurut Departemen Layanan Keuangan negara bagian New York.

Semua deposan Signature Bank dan Silicon Valley Bank akan menjadi utuh. “Tidak ada kerugian yang akan ditanggung oleh pembayar pajak,” tegas Departemen Keuangan AS dan regulator bank lainnya dalam pernyataan bersama, dilansir dari Reuters, Senin (13/3).

ADVERTISEMENT

Karyawan tampak berkumpul di kantor pusat perusahaan di Manhattan untuk rapat pada Minggu (12/3), memesan katering dari sebuah restoran Italia Carmine's dan kopi Starbucks, menurut laporan Reuters di tempat kejadian. Orang-orang keluar dari gedung setelah berita penutupan diumumkan.

Perwakilan pemberi pinjaman tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Kegagalan Signature mengikuti penutupan Silicon Valley Bank pada Jumat (10/3). Ini adalah penutupan terbesar kedua dalam sejarah perbankan AS setelah Washington Mutual, yang bangkrut selama krisis keuangan 2008.

Investor terkesima dengan kecepatan SVB, yang berfokus pada perusahaan rintisan (startup) sekaligus pemberi pinjaman terbesar ke-16 di AS, digulingkan oleh penarikan dana nasabah.

Episode minggu lalu menghapus lebih dari US$ 100 miliar valuasi pasar dari bank-bank AS. Situasi ini mendorong tindakan cepat dari pejabat pemerintah selama akhir pekan lalu untuk mencoba dan memulihkan kepercayaan pada sistem keuangan.

Membuka Akses Simpanan Nasabah

Sementara itu FDIC mendirikan bank penerus sebagai “jembatan” kemarin, yang akan memungkinkan nasabah untuk mengakses dana mereka pada hari ini. Deposan dan peminjam Signature Bank akan secara otomatis menjadi nasabah bank perantara, kata FDIC.

Regulator menunjuk mantan CEO Fifth Third Bancorp (FITB.O) Greg Carmichael sebagai CEO bank jembatan tersebut.

Pelanggan SVB akan memiliki akses ke simpanan mereka mulai Senin, kata pejabat AS pada Minggu. Pemerintah federal AS juga mengumumkan tindakan untuk menopang simpanan dan mencoba membendung dampak yang lebih luas.

Signature adalah bank komersial dengan kantor klien swasta di New York, Connecticut, California, Nevada, dan Carolina Utara. Bank ini juga memiliki sembilan lini bisnis nasional, termasuk real estat komersial dan perbankan aset digital.

Pada September 2022, hampir seperempat simpanannya berasal dari sektor mata uang kripto. Tetapi bank tersebut pada Desember 2022 mengumumkan pihaknya akan menyusutkan simpanan terkait aset kripto sebesar US$ 8 miliar.

Signature Bank Pada Februari 2023 mengumumkan CEO Joseph DePaolo akan beralih ke peran penasihat senior pada tahun ini dan akan digantikan oleh COO bank Eric Howell. Adapun DePaolo telah menjabat sebagai presiden dan CEO sejak pendirian Signature pada 2001.

Bank tersebut memiliki hubungan jangka panjang dengan mantan presiden AS Donald Trump dan keluarganya. Lembaga ini dikabarkan memberi Trump dan bisnisnya rekening giro dan membiayai beberapa usaha keluarga.

Namun Signature Bank memutuskan hubungan dengan Trump pada 2021 setelah kerusuhan 6 Januari yang mematikan di Capitol Hill, kemudian mendesak Trump untuk mengundurkan diri.

Dalam sebuah pernyataan, Gubernur New York Kathy Hochul mengatakan dia berharap tindakan pemerintah AS akan memberikan peningkatan kepercayaan pada stabilitas sistem perbankan AS.

“Banyak deposan di bank-bank ini adalah usaha kecil, termasuk yang menggerakkan ekonomi inovasi, dan kesuksesan mereka adalah kunci ekonomi New York yang kuat,” tuturnya.

Para pejabat mengatakan pemegang saham dan pemegang utang tertentu yang tidak dijamin dari Signature Bank, serta Silicon Valley Bank, tidak akan dilindungi. Sementara itu, manajemen senior kedua bank tersebut telah dicopot.

Setiap kerugian pada Dana Asuransi Simpanan FDIC yang digunakan untuk mendukung deposan yang tidak diasuransikan akan dipulihkan dengan penilaian khusus pada bank, seperti yang dipersyaratkan oleh undang-undang, kata para pejabat.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia