Saham-saham Inggris, Jerman dan Prancis Turun Tajam Terseret Runtuhnya SVB
LONDON, investor.id – Saham-saham Inggris, Jerman, dan Prancis ditutup turun tajam pada perdagangan Senin waktu setempat (13/3/2023).
Saham-saham Inggris memperpanjang kerugian untuk hari ketiga berturut-turut. Dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London tergelincir 199,72 poin (2,58%) menjadi menetap di 7.548,63 poin.
Indeks FTSE 100 merosot 131,63 poin (1,67%) menjadi 7.748,35 poin pada Jumat (10/3/2023). Setelah terpangkas 49,94 poin (0,63%) menjadi 7.879,98 poin pada Kamis (9/3/2023). Menguat 10,44 poin (0,13%) menjadi 7.929,92 poin Rabu (8/3/2023).
Dari 100 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks FTSE 100, hanya delapan saham yang berhasil mencatat keuntungan, sementara 92 saham lainnya menderita kerugian terimbas oleh runtuhnya Silicon Valley Bank di AS yang telah merusak kepercayaan terhadap sistem perbankan.
Evraz PLC, sebuah perusahaan manufaktur dan pertambangan baja multinasional Inggris yang sebagian dimiliki oleh oligarki Rusia membukukan kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya terjungkal 12,59%.
Hal yang sama juga terjadi pada saham-saham Jerman. Memperpanjang penurunan untuk hari kedua berturut-turut terseret jatuhnya Silicon Valley Bank (SVB) di AS, dengan indeks acuan DAX 40 di Bursa Efek Frankfurt terpuruk 468,50 poin (3,04%) menetap di 14.959,47 poin.
Indeks DAX 40 tergelincir 205,24 poin (1,31%) menjadi 15.427,97 poin pada Jumat (10/3/2023). Setelah menguat 1,34 poin (0,01%) menjadi 15.633,21 poin pada Kamis (9/3/2023). Terkerek 72,34 poin (0,46%) menjadi 15.631,87 poin pada Rabu (8/3/2023).
Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks DAX 40, hanya satu saham yang berhasil mencatat keuntungan, sementara 39 saham mengalami kerugian.
Commerzbank AG, sebuah perusahaan jasa keuangan multinasional Jerman yang menarik simpanan dan menawarkan layanan perbankan ritel dan komersial, menjadi top loser di antara saham blue chips, dengan harga sahamnya terjun 12,73%.
Tidak hanya itu, saham-saham Prancis juga mencatat kerugian untuk hari kelima berturut-turut. Dengan indeks acuan CAC 40 di Bursa Efek Paris anjlok 209,17 poin (2,90%) menjadi menetap di 7.011,50 poin.
Indeks CAC 40 jatuh 95,21 poin (1,30%) menjadi 7.220,67 poin pada Jumat (10/3/2023). Setelah tergerus 8,88 poin (0,12%) menjadi 7.315,88 poin pada Kamis (9/3/2023). Merosot 14,51 poin (0,20%) menjadi 7.324,76 poin pada Rabu (8/3/2023).
Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks CAC 40, seluruhnya menderita kerugian terimbas oleh keruntuhan Silicon Valley Bank (SVB) di Amerika Serikat yang telah merusak kepercayaan investor terhadap sistem perbankan.
BNP Paribas SA, sebuah grup perusahaan jasa keuangan dan perbankan internasional Prancis manjadi top loser di antara saham blue chips, dengan harga sahamnya terperosok 6,80%.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now




