Credit Suisse Diakuisisi, Ternyata Besarnya 2 Kali Lehman Brothers Saat Bangkrut
BERN, investor.id – Kesepakatan akuisisi Credit Suisse oleh saingannya UBS diputuskan sebelum pasar dibuka kembali untuk perdagangan Senin (20/3) di Eropa, setelah saham Credit Suisse mencatat penurunan mingguan terburuk sejak awal pandemi virus corona. Ukuran bank ini ternyata dua kali lipat Lehman Brothers saat bangkrut.
Berita kesepakatan itu disambut baik oleh Menteri Keuangan (Menkeu) AS Janet Yellen dan Gubernur Federal Reserve (Fed) Jerome Powell dalam pernyataan yang dikutip dari CNBC.
“Posisi modal dan likuiditas sistem perbankan AS kuat dan sistem keuangan AS tangguh. Kami telah berhubungan dekat dengan mitra internasional kami untuk mendukung implementasinya,” kata mereka, Senin.
Kerugian terjadi meskipun ada pinjaman baru hingga 50 miliar franc Swiss (US$ 54 miliar) yang diberikan dari bank sentral Swiss minggu lalu, dalam upaya menghentikan penurunan dan memulihkan kepercayaan kepada bank.
Credit Suisse telah berjuang melawan serangkaian kerugian dan skandal. Dalam dua minggu terakhir, sentimen diguncang lagi karena bank-bank di AS terhuyung-huyung akibat keruntuhan Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank.
Chairman Credit Suisse Axel Lehmann mengatakan dalam konferensi pers bahwa ketidakstabilan keuangan yang disebabkan oleh bank-bank regional AS yang runtuh memukul bank pada waktu yang salah.
Terlepas dari keterlibatan regulator dalam pemasangan tersebut, kesepakatan tersebut memberikan otonomi kepada UBS untuk menjalankan aset yang diperoleh sesuai keinginannya, yang dapat berarti pemutusan hubungan kerja yang signifikan, kata sumber, dikutip dari CNBC.
Skala dan dampak potensial Credit Suisse terhadap ekonomi global jauh lebih besar daripada bank regional AS, yang menekan regulator Swiss untuk menemukan cara menyatukan dua lembaga keuangan terbesar di negara itu.
Dua Kali Ukuran Lehman Brothers
Neraca Credit Suisse sekitar dua kali ukuran Lehman Brothers ketika bangkrut, sekitar 530 miliar franc Swiss pada akhir 2022. Ini juga jauh lebih terhubung secara global, dengan banyak anak perusahaan internasional, membuat manajemen tertib Credit Suisse situasi bahkan lebih penting.
Menyatukan kedua saingan itu bukannya tanpa perjuangan, tetapi tekanan untuk mencegah krisis sistemik pada akhirnya menang.
UBS awalnya menawarkan untuk membeli Credit Suisse sekitar US$ 1 miliar pada Minggu (19/3), menurut beberapa laporan media.
Credit Suisse dilaporkan menolak tawaran itu dengan alasan tawarannya terlalu rendah sehingga akan merugikan pemegang saham dan karyawan, kata orang-orang yang mengetahui masalah tersebut menurut laporan Bloomberg.
Pada Minggu sore, UBS dalam pembicaraan untuk membeli bank tersebut dengan harga “secara substansial” lebih dari 1 miliar franc Swiss, ujar sumber kepada CNBC. Dia mengatakan harga kesepakatan meningkat sepanjang negosiasi hari itu.
Credit Suisse kehilangan sekitar 38% simpanannya pada kuartal IV-2022.
Pada laporan tahunannya yang tertunda awal pekan lalu, perusahaan mengaku arus keluar masih belum berbalik. Pihaknya melaporkan kerugian bersih setahun penuh sebesar 7,3 miliar franc Swiss untuk 2022 dan memperkirakan kerugian “substansial” lebih lanjut tahun ini.
Bank ini sebelumnya telah mengumumkan perombakan strategis besar-besaran dalam upaya mengatasi masalah kronis ini. CEO dan veteran Credit Suisse Ulrich Koerner mengambil alih kepemimpinan pada Juli 2022.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

