Jumat, 15 Mei 2026

Kurangi Dependensi ke Tiongkok, Jerman Desak Perdagangan UE dan Indonesia

Penulis : Grace El Dora
17 Apr 2023 | 15:20 WIB
BAGIKAN

BERLIN, investor.id – Kanselir Jerman Olaf Scholz mendesak kesepakatan perdagangan antara Uni Eropa (UE) dan Indonesia. Ini sebagai bagian dari upaya negaranya untuk mengurangi dependensinya kepada Tiongkok untuk bahan baku penting.

Berbicara pada pembukaan pameran perdagangan Hannover tahunan, Scholz mengatakan kepada Presiden RI Joko Widodo (Joko Widodo), kesepakatan perdagangan antara negara terpadat di Asia Tenggara dan blok 27 negara akan menciptakan kawasan ekonomi dengan 700 juta orang.

“Saya sedang bekerja untuk akhirnya mencapai kesepakatan ini,” kata Scholz pada Senin (17/4) tentang negosiasi antara Indonesia dan Komisi Eropa, yang telah berlangsung sejak 2016.

ADVERTISEMENT

Pemimpin Jerman itu juga mengharapkan pembicaraan perdagangan antara UE dan blok Mercosur di Amerika Selatan, Meksiko, Australia, Kenya, dan India.

“Di sini juga, dinamika baru telah muncul dalam beberapa bulan terakhir,” ungkapnya. Kanselir itu menambahkan kesepakatan semacam itu diperlukan untuk membantu negara-negara mengurangi ketergantungan mereka pada pasar tertentu.

Kurangi Dependensi ke Tiongkok, Jerman Desak Perdagangan UE dan Indonesia
Kanselir Jerman Olaf Scholz menyampaikan pidato pada pembukaan pameran perdagangan industri Hanover Messe di HCC Hanover Congress Centrum, Hanover, Jerman pada 16 April 2023. (Foto: Michael Matthey/dpa via AP)

Pemerintah Jerman kini khawatir negaranya menjadi terlalu bergantung pada Tiongkok. Di antaranya ketergantungan komoditas penting yang dibutuhkan untuk mendukung digitalisasi dan pergeseran menuju ekonomi nol karbon.

“Saat ini kami mengimpor banyak dari Tiongkok,” kata Scholz.

“Dan itu terlepas dari fakta bahwa tanah jarang, tembaga, atau nikel seringkali tidak diekstraksi di sana, tetapi di negara-negara seperti Indonesia, Chili, atau Namibia. Kami ingin mengubahnya,” tegasnya.

Scholz mengatakan membangun fasilitas pemrosesan untuk bahan mentah semacam itu di negara tempat ditemukannya akan menguntungkan ekonomi lokal dan harus menjadi bagian dari kesepakatan perdagangan baru.

Adapun Indonesia menjadi negara mitra pada pameran Hannover tahun ini.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 54 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 56 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia