Jumat, 15 Mei 2026

Wall Street Turun, Investor Mencerna Laporan Keuangan

Penulis : Grace El Dora
21 Apr 2023 | 08:00 WIB
BAGIKAN
Trader di lantai NYSE, AS pada 4 Agustus 2022. (FOTO: NYSE)
Trader di lantai NYSE, AS pada 4 Agustus 2022. (FOTO: NYSE)

NEW YORK, investor.id – Rata-rata indeks utama bersiap untuk mengakhiri minggu ini di zona merah, dengan Dow dan S&P 500 berada di jalur untuk kinerja mingguan terburuk mereka sejak Maret 2023.

Dow turun sekitar 110 poin, atau 0,33%, selama perdagangan reguler Kamis. S&P 500 turun 0,6% dan Nasdaq Composite yang padat teknologi kehilangan 0,8%. Saham Tesla membebani Nasdaq, jatuh hampir 10% dalam sehari setelah perusahaan membukukan laba bersih kuartal I-2023 yang menurun tajam dari kuartal yang sama tahun lalu.

Ada lebih banyak ketidakpastian tingkat makro seputar musim pendapatan ini daripada di masa lalu, menurut manajer portofolio senior di Northwestern Mutual Wealth Management Matt Stucky.

“Konsep resesi bergulir adalah sesuatu yang menurut saya akan sangat tepat untuk menggambarkan apa yang mungkin akan kita lihat selama 12 hingga 24 bulan ke depan. Jadi, industri seperti semikonduktor telah mengalami resesi dalam enam hingga 12 bulan terakhir,” kata Stucky, Jumat (21/4). Ia menambahkan ada area lain yang belum melihat kelemahan sama sekali.

ADVERTISEMENT

“Jadi ini kasus per kasus, itulah sebabnya pada tingkat saham individu dan industri, kami melihat pergerakan besar yang mungkin terlewatkan oleh banyak investor jika mereka melihat (hanya) pergerakan tingkat atas dari S&P 500 atau Dow,” tambahnya.

Musim pendapatan berlanjut Jumat. Procter & Gamble, Regions Financial, SLB, Freeport-McMoRan, dan HCA Healthcare akan melaporkan pendapatan sebelum bel. Investor juga akan melihat Indeks Manajer Pembelian (PMI) untuk sektor manufaktur dan jasa untuk mendapatkan wawasan tentang ekonomi.

Saham Berjangka Bergerak Tipis

Saham berjangka di Amerika Serikat (AS) sedikit berubah pada Kamis (20/4) malam.

Dow Jones Industrial Average berjangka beringsut lebih rendah sebesar 18 poin, atau 0,05%. S&P 500 berjangka tidak berubah, sementara Nasdaq 100 berjangka naik 0,07%.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia