Yield Obligasi AS Terus Turun Jadi Tanda Kontraksi Ekonomi
WASHINGTON, investor.id – Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Treasury Amerika Serikat (AS) turun lebih lanjut pada Jumat (21/4) pagi waktu setempat, setelah putaran data menunjukkan ekonomi negara tersebut mungkin terkontraksi.
Imbal hasil benchmark obligasi pemerintah Treasury AS dengan tenor 10 tahun turun dua basis poin (bps) menjadi 3,5242%, sedangkan imbal hasil obligasi negara dengan tenor 30 tahun tergelincir sekitar dua bps menjadi 3,7339%. Imbal hasil bergerak terbalik dengan harga.
Yield obligasi AS menurun tajam pada Kamis (20/4) setelah putaran baru laporan ekonomi menunjukkan perlambatan ekonomi yang lebih besar dari perkiraan. Indeks manufaktur Federal Philadelphia menunjukkan kontraksi yang jauh lebih besar dari perkiraan bulan ini, sementara klaim pengangguran minggu lalu meningkat dari minggu sebelumnya.
Investor terus mempertimbangkan lintasan kebijakan moneter Federal Reserve (Fed), dengan harga pasar dalam kenaikan suku bunga 25 bps lainnya pada pertemuan bank sentral di awal Mei 2023.
Baca Juga:
2023 Jadi Tahun Investasi ObligasiTrader akan mengamati dengan cermat indeks manajer pembelian (PMI) flash S&P Global, ukuran yang baik untuk kesehatan ekonomi, yang akan dirilis pada Jumat (21/4) pukul 09:45 ET.
Tidak ada lelang obligasi Treasury AS yang dijadwalkan untuk Jumat.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






